alexametrics

Dana Rp500 Triliun Dikucurkan Demi Bangun Fondasi SDM RI

loading...
Dana Rp500 Triliun Dikucurkan Demi Bangun Fondasi SDM RI
Peningkatan kualitas SDM menjadi sangat penting dalam upaya mendongkrak ekonomi, lantaran hal itu pemerintah menyiapkan Rp500 triliun yang berasal dari APBN 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama pemerintah tahun ini, setelah dalam tiga tahun terakhir menggarap proyek infrastruktur dengan masif. Peningkatan kualitas SDM menjadi sangat penting dalam upaya mendongkrak ekonomi, lantaran hal itu pemerintah menyiapkan Rp500 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Membangun pondasi sumber daya manusia, tidak mungkin terjadi dalam sehari. Untuk itu pondasi sumber daya manusia fiskal policynya adalah mengalokasikan sisi belanja, 20% dari anggaran tahun 2019 untuk pendidikan itu mencapai hampir Rp500 triliun. Hanya untuk pendidikan," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Di sisi lain lanjut mantan Direktur Bank Dunia itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran alokasi khusus untuk kesehatan sebesar Rp126 triliun. Menurut Sri Mulyani anggaran kesehatan sangat penting bagi peningkatan kualitas SDM karena jika masyarakat Indonesia stunting (kurang gizi), maka kualitas SDM yang baik tidak akan di dapat.



"Kalau untuk kesehata kita mengalokasikan anggaran untuk kesehatan Rp126 triliun. Masih belum termasuk anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah," paparnya.

Dengan anggaran sebesar itu lanjut dia, seluruh pihak harus bersama sama memanfaatkannya dengan baik. Khususnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. "Namun, memang diperlakukan eksekusi itu di berbagai institusi dan pemerintah daerah. Jadi ini bukan masalah uang, tapi masalah koordinasi antara pusat dan daerah, dan juga antar kementerian," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak