Gelar Apel May Day, Forum SP BUMN Sentil Privatisasi Perusahaan Pelat Merah
Jum'at, 03 Mei 2024 - 09:16 WIB
loading...
Apel gabungan Forum SP BUMN di lapangan Stasiun Gambir Jakarta pada peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5) lalu. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Forum Serikat Pekerja (SP) BUMN menggelar apel gabungan di lapangan Stasiun Gambir, Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Rabu (1/5) lalu. Pada kesempatan tersebut, Forum SP BUMN menyuarakan sejumlah pernyataan sikap.
Apel yang dipimpin oleh Ketua Serikat Pekerja PT KAI (Persero) Edy Suryanto tersebut dihaduri para ketua SP Forum BUMN antara lain Ketua DPP SP PT PLN (Persero) M Abrar Ali yang juga Sekjen Federasi SP BUMN, Ketua SP PT Pertamina (Persero) Ari Gumelar, Ketua Umum SP Pegadaian Ketut Suhardiono dan Ketua Umum SP PT INKA Rudy Handoko.
Baca Juga: Kapolri Apresiasi Perayaan May Day di Jakarta Berjalan Aman dan Tertib
Usai apel tersebut, para ketua SP Forum BUMN melakukan konferensi pers dan memberikan pernyataan sikap yakni, pertama, menolak privatisasi BUMN sebagai cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. "Privatisasi BUMN membuat berubahnya peran BUMN beralih/diambil alih swasta," tegas pernyataan sikap tersebut.
Kedua, meminta penugasan pada perusahaan perkeretaapian harus equal treatment, sehingga seimbang antara beban penugasan dengan kondisi keuangan perusahaan. Kemudian, menuntut pembebasan Track Acces Charge (TAC).
Apel yang dipimpin oleh Ketua Serikat Pekerja PT KAI (Persero) Edy Suryanto tersebut dihaduri para ketua SP Forum BUMN antara lain Ketua DPP SP PT PLN (Persero) M Abrar Ali yang juga Sekjen Federasi SP BUMN, Ketua SP PT Pertamina (Persero) Ari Gumelar, Ketua Umum SP Pegadaian Ketut Suhardiono dan Ketua Umum SP PT INKA Rudy Handoko.
Baca Juga: Kapolri Apresiasi Perayaan May Day di Jakarta Berjalan Aman dan Tertib
Usai apel tersebut, para ketua SP Forum BUMN melakukan konferensi pers dan memberikan pernyataan sikap yakni, pertama, menolak privatisasi BUMN sebagai cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. "Privatisasi BUMN membuat berubahnya peran BUMN beralih/diambil alih swasta," tegas pernyataan sikap tersebut.
Kedua, meminta penugasan pada perusahaan perkeretaapian harus equal treatment, sehingga seimbang antara beban penugasan dengan kondisi keuangan perusahaan. Kemudian, menuntut pembebasan Track Acces Charge (TAC).
Lihat Juga :