Erick Thohir Sebut Banyak yang Prediksi Indonesia Bubar Dihantam Covid-19
Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:54 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, berbagai kalangan banyak yang memprediksi kalau Indonesia tidak kuat menahan gempuran pandemi virus corona atau Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, berbagai kalangan banyak yang memprediksi kalau Indonesia tak kuat menahan gempuran pandemi virus corona atau Covid-19. Bahkan mereka memperkirakan negara ini bakal bubar, karena krisis yang timbul akibat pandemi tersebut. Namun, dia tak menjelaskan secara spesifik ihwal siapa yang memprediksi Indonesia akan bubar.
“Banyak yang memperkirakan ketika Covid-19 ini mulai, kita salah satu negara yang runtuh duluan. Enggak bubar juga ini negara dan enggak kelaparan,” kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam sambutan peresmian renovasi Sarinah, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Erick Thohir: Daripada Buang-buang Uang ke Negeri Orang, Kenapa Gak Bantu Rakyat)
Dia menilai adanya pandemi ini mengajarkan seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum. Di antaranya bisa mengambil peluang dari jumlah penduduk yang besar hingga bisa dijadikan target pasar dalam penjualan barang.
“Karena dengan covid-19 ini kita diajarkan negara yang mempunyai market yang besar itu adalah negara yang mempunyai keunggulan, yang selama ini bangsa kita selalu dibalik,” ujarnya.
“Banyak yang memperkirakan ketika Covid-19 ini mulai, kita salah satu negara yang runtuh duluan. Enggak bubar juga ini negara dan enggak kelaparan,” kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam sambutan peresmian renovasi Sarinah, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Erick Thohir: Daripada Buang-buang Uang ke Negeri Orang, Kenapa Gak Bantu Rakyat)
Dia menilai adanya pandemi ini mengajarkan seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum. Di antaranya bisa mengambil peluang dari jumlah penduduk yang besar hingga bisa dijadikan target pasar dalam penjualan barang.
“Karena dengan covid-19 ini kita diajarkan negara yang mempunyai market yang besar itu adalah negara yang mempunyai keunggulan, yang selama ini bangsa kita selalu dibalik,” ujarnya.
Lihat Juga :