Harga Rumah di RI Jauh Lebih Murah Ketimbang Negara Lain, Tapi Tingkat Kepemilikan Rendah
Rabu, 08 Mei 2024 - 17:20 WIB
loading...
Tingkat kepemilikan rumah (Home Ownership Rate) di Indonesia khususnya masyarakat Jakarta tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan kota-kota di negara tetangga yang mana harga propertinya justru lebih mahal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tingkat kepemilikan rumah (Home Ownership Rate) di Indonesia khususnya Jakarta tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan kota-kota di negara tetangga yang mana harga rumah justru lebih mahal. Saat ini home ownership rate di Jakarta hanya mencapai 50,7% pada tahun 2022.
Baca Juga: Survei BI: Harga Properti Residensial Triwulan IV-2023 Meningkat
Chief Executive Officer PropertyKlik.com, Marine Novita menjelaskan, padahal berbagai program pemerintah hingga insentif fiskal kerap dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong industri properti .Jika dibandingkan dengan negara Singapura yang memiliki harga rumah lebih mahal, home ownership di Singapura bahkan sebesar 89,3% pada tahun 2022. Artinya, hampir seluruh masyarakat di Singapura sudah memiliki hunian tetap.
"Mungkin kalau kita lihat dari sini, kita lihat properti price, di Singapura itu sangat mahal, padahal harga properti kita jauh lebih murah, tapi kenapa kepemilikan properti kita masih rendah hanya sekitar 50 persen dan kita masih punya backlog," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Naik per 1 Januari 2024, Segini Jadinya
Baca Juga: Survei BI: Harga Properti Residensial Triwulan IV-2023 Meningkat
Chief Executive Officer PropertyKlik.com, Marine Novita menjelaskan, padahal berbagai program pemerintah hingga insentif fiskal kerap dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong industri properti .Jika dibandingkan dengan negara Singapura yang memiliki harga rumah lebih mahal, home ownership di Singapura bahkan sebesar 89,3% pada tahun 2022. Artinya, hampir seluruh masyarakat di Singapura sudah memiliki hunian tetap.
"Mungkin kalau kita lihat dari sini, kita lihat properti price, di Singapura itu sangat mahal, padahal harga properti kita jauh lebih murah, tapi kenapa kepemilikan properti kita masih rendah hanya sekitar 50 persen dan kita masih punya backlog," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga: Harga Rumah Subsidi Naik per 1 Januari 2024, Segini Jadinya
Lihat Juga :