Pemulihan Ekonomi-Kesehatan Perlu Keterlibatan Semua Pihak

Rabu, 19 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
Pemulihan Ekonomi-Kesehatan...
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menjadi narasumber pada acara diskusi virtual Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit di Jakarta, Sabt
A A A
JAKARTA - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memastikan bahwa upaya mengembalikan geliat perekonomian masyarakat dan pencegahan penularan virus corona (Covid-19) bisa dilakukan jika semua pihak berkontribusi. Partisipasi aktif masyarakat akan menentukan keberhasilan atas aksi strategis pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19 dan PEN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Erick Thohir menegaskan, aksi strategis dan program pemerintah terkait penangan dampak pandemi harus dilakukan secara komprehensif atau keseluruhan. Program itu tidak saja dilakukan oleh komite, tapi juga didukung oleh semua elemen pemerintah dan masyarakat.

"Strategi yang akan kita lakukan bersama-sama tentunya tidak hanya komite, tapi juga dengan seluruh kementerian terkait, kepala daerah terkait, karena kita tidak sukses tanpa gotong royong. Karena itu, kita juga sangat menghasilkan aksi strategis ini didukung secara komprehensif dari semua pihak," ujar Erick saat diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk “Optimis Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). (Baca: Erick Thohir Ingatkan Program PEN Tidak Ada Artinya, Jika...)

Dia menambahkan, program Indonesia Sehat, Tumbuh, dan Indonesia Bangkit bisa terlaksana apabila masyarakat berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurut Erick, kecintaan seseorang terhadap diri dan keluarganya akan berdampak signifikan terhadap langkah strategis pemerintah dalam menangani dampak pandemi ini. Tentu, ini adalah hal mudah dan sederhana yang mampu dijalankan oleh seluruh masyarakat. Dari mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak.

Menurut Erick, hal itu juga sudah disampaikan melalui kampanye, sosialisasi, bahkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan, dan merupakan kewajiban yang harus dipatuhi.

Pada kesempatan itu, Tim Pemulihan Ekonomi juga mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Total anggaran sebesar itu antara lain dialokasikan untuk sektor kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial mencapai Rp203,90 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun. Kemudian untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah sebesar Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga serta pemda sebesar Rp106,11 triliun.

Di sektor kesehatan, Komite Penanganan Covid-19 dan PEN terus berupaya mencari jalan terbaik untuk mengembangkan vaksin dan obat. Di sisi lain, komite juga memberikan perhatian terhadap pemulihan ekonomi agar kembali bergeliat pascapenerapan pembatasan sosial berskala besar yang menekan aktivitas masyarakat. "Kita harapkan awal tahun depan itu imunisasi massal," kata Erick. (Baca juga: AS-China Adu Kekuatan, Dunia Berisiko Jadi Dua Blok)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pidato Presiden Pertegas...
Pidato Presiden Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Arah Ideologi Pembangunan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved