China Gelar 'Kampanye Piring Bersih', Tanda-tanda Krisis Pangan?

Rabu, 19 Agustus 2020 - 16:09 WIB
loading...
A A A
Namun para ahli mengatakan dorongan baru untuk berhemat mungkin menunjukkan masalah ketahanan pangan yang lebih dalam di China. Untuk diketahui, dalam setahun terakhir China menghadapi gangguan pasokan yang cukup berat.

Meski limbah makanan adalah masalah nyata di China, beberapa orang curiga tentang mengapa para pejabat negara komunis itu sangat serius pada Kampanye Piring Bersih tersebut.

(Baca Juga: MPR Minta Waspadai Ancaman Krisis Pangan Akibat Pandemi)

Dengan populasi 1,4 miliar orang - hampir seperlima dari populasi manusia di Bumi - China tidak mampu memproduksi semua makanan yang dibutuhkan warganya. China mengimpor jauh lebih banyak makanan daripada mengekspor, menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis dan Internasional, dan situasi ini sepertinya tidak akan berubah mengingat relatif kurangnya lahan subur di negara itu.

Namun, hal ini tidak berarti China tidak mampu memenuhi kebutuhan makan seluruh penduduknya sendiri jika terpaksa; negara ini memiliki tingkat swasembada 95% dalam hal tanaman utama seperti gandum, beras, dan jagung. Tetapi gambarannya menjadi sedikit lebih rumit ketika mempertimbangkan hal-hal yang benar-benar ingin dimakan orang, seperti misalnya daging babi.

China adalah konsumen daging babi terbesar di dunia dan mengimpor dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan di negara tersebut. Impor ini membengkak setelah China tahun lalu dilanda wabah demam babi Afrika (ASF) yang sangat parah, yang memusnahkan sekitar setengah dari ternak babi di negara itu.

Hal ini menyebabkan kenaikan harga daging babi di China - sesuatu yang diperparah oleh pandemi virus corona, yang telah menghambat perdagangan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved