China Gelar 'Kampanye Piring Bersih', Tanda-tanda Krisis Pangan?

Rabu, 19 Agustus 2020 - 16:09 WIB
loading...
A A A
"Setelah wabah Covid-19, ekspor China telah menurun secara signifikan, dan ini telah mengurangi cadangan devisa terutama dalam bentuk dolar Amerika Serikat," kata He-ling Shi, seorang profesor ekonomi di Monash University, kepada ABC.

"Karena kekurangan cadangan devisa, Pemerintah China sekarang merasa cukup sulit untuk membeli makanan dalam jumlah yang cukup untuk memberi makan pelanggan domestik," sambungnya.

Bencana alam juga berperan. Banjir mematikan dalam beberapa bulan terakhir mempengaruhi area penting penanaman padi dan juga menyebabkan kebangkitan infeksi ASF di China Selatan. Babi yang terinfeksi biasanya dikubur dan diduga banjir menyebabkan penyakit menyebar melalui air tanah dan menginfeksi beberapa ternak yang pulih.

(Baca Juga: Banjir Genangi Situs Warisan Dunia, China Evakuasi 100.000 Orang)

Terlepas dari malapetaka, banjir, dan bahkan lebih banyak wabah penyakit, media pemerintah China bersikukuh bahwa tidak ada masalah keamanan pangan di negara tersebut, atau bahkan masalah yang membayang di cakrawala.

Namun Shi mengatakan, harga babi yang berfluktuasi menceritakan kisah yang berbeda. "Harganya, setahu saya, telah meningkat sekitar 70% dalam tiga bulan terakhir. Itu berarti ada kekurangan daging babi yang cukup parah di pasar China," katanya.

"Harga akan mengatakan yang sebenarnya. Kenaikan harga daging babi sebesar 70% jelas memberi tahu kita bahwa ada masalah yang cukup serius," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved