Penjelasan Menteri Basuki Soal Iuran Tapera Lari ke Surat Berharga Negara
Jum'at, 07 Juni 2024 - 16:55 WIB
loading...
Menteri PUPR sekaligus Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono menanggapi soal portofolio investasi kepesertaan Tapera ke obligasi, termasuk Surat Berharga Negara (SBN). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono menanggapi soal portofolio investasi kepesertaan Tapera ke obligasi, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) .Meski salah satu tujuan penerbitan surat utang negara untuk mendukung program dan pembangunan pemerintah, namun menurutnya pembangunan Infrastruktur tidak akan menggunakan uang dari dana Tapera.
"Kalau saya jawab itu (dana peserta untuk bangun infrastruktur), pasti tidak. Tidak itu. Karena tabungan Tapera oleh BP Tapera sendiri, terpisah dari anggaran PUPR," ujar Basuki saat ditemui di kantornya, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga: Iuran Tapera Lari ke Surat Berharga Negara, Pengamat Duga Sarat Kepentingan
Menteri Basuki menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur, bahkan termasuk penyediaan hunian bagi masyarakat sudah ada anggaran yang digelontorkan dari APBN setiap tahunnya. Sehinga menurutnya tidak memerlukan uang peserta yang disetorkan kepada BP Tapera.
Baca Juga: Tapera Bukan Cicilan Rumah, Tapi Syarat Dapat Subsidi Bunga KPR Flat 5%
"Kalau saya jawab itu (dana peserta untuk bangun infrastruktur), pasti tidak. Tidak itu. Karena tabungan Tapera oleh BP Tapera sendiri, terpisah dari anggaran PUPR," ujar Basuki saat ditemui di kantornya, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga: Iuran Tapera Lari ke Surat Berharga Negara, Pengamat Duga Sarat Kepentingan
Menteri Basuki menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur, bahkan termasuk penyediaan hunian bagi masyarakat sudah ada anggaran yang digelontorkan dari APBN setiap tahunnya. Sehinga menurutnya tidak memerlukan uang peserta yang disetorkan kepada BP Tapera.
Baca Juga: Tapera Bukan Cicilan Rumah, Tapi Syarat Dapat Subsidi Bunga KPR Flat 5%
Lihat Juga :