Pengelolaan Bandara Udara Atung Bungsu Akan Diserahkan ke Kemenhub

Rabu, 10 April 2019 - 02:10 WIB
Pengelolaan Bandara...
Pengelolaan Bandara Udara Atung Bungsu Akan Diserahkan ke Kemenhub
A A A
JAKARTA - Bandara Udara Atung Bungsu merupakan bandara yang berada di Desa Mingkik Kecamatan Dempo Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini pengelolaan bandara berada di bawah Pemerintah Kota Pagar Alam, yang rencananya akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Teknis Daerah Bandar Udara Atung Bungsu, Joko Purnomo menyampaikan, bahwa saat ini sedang dilakukan pendataan terhadap aset-aset bandara, yang nantinya akan diserahkan kepada Ditjen Hubud untuk dikelola lebih baik lagi, termasuk sumber daya manusianya.

"Sekarang ini sedang dilakukan pendataan dan verifikasi oleh tim dari Ditjen Perhubungan Udara terhadap aset-aset bandara yang dimiliki," ujar Joko di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Lebih lanjut Joko menjelaskan, bahwa keinginan penyerahan pengelolaan bandara sudah dari 3 tahun yang lalu tapi baru tahun ini terealisasi. "Sebuah bandara tidak akan maju atau berkembang jika anggarannya terbatas, untuk menghemat anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang hampir 5 M terserap untuk operasional bandara aja, untuk itu kami ingin bandara bisa dikelola oleh Ditjen Hubud," ungkapnya.

Saat ini data eksisting bandara memiliki luas terminal 400 m2 yang mampu menampung sekitar 200 orang penumpang perhari. Dilengkapi fasilitas sisi udara seperti Runway seluas 1.340 x 30 m mampu mengakomodir pergerakan pesawat jenis ATR 72. Apron dengan luas 80 x 70 m dan Taxiway seluas 186 x 15 m.

"Dengan fasilitas sisi udara yang sudah eksisting sekarang, rencananya akan dilakukan perpanjangan runway menjadi 1.800 m sehingga nantinya pesawat jenis 737 seri 500 bisa lepas landas di bandara ini," ujar Joko.

Sambung dia menambahkan potensi penumpang di Bandar Udara Atung Bungsu cukup baik, dikarenakan Kota Pagar Alam memiliki banyak potensi wisata seperti air terjun, perkebunan, situs batu megalitikum dan wahana petualangan. Potensi perkebunan karet, teh, sawit, tambang batu bara, Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Panas dan juga potensi penumpang dari kabupaten lain serta adanya perusahaan asing di pagar alam.

"Kami berharap setelah proses pendataan aset selesai dan dilakukan serah terima, secepatnya bandara ini bisa dikelola Ditjen Hubud sehingga semakin banyak maskapai yang akan membuka rute dari dan ke Pagar Alam, yang akan membuka konektivitas masyarakat di 4 Kabupaten yaitu Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, dan Bengkulu Selatan makin lancar dan pertumbuhan ekonomi masyarakat makin meningkat,"jelasnya

Saat ini maskapai yang beroperasi yaitu Wings Air yang melayani rute penerbangan Palembang - Pagar Alam PP setiap hari. Tahun 2015-2017 maskapai Aviastar pernah disubsidi dari bantuan Gubernur Sumsel untuk melayani rute penerbangan Halim Perdana Kusuma-Pagar Alam dengan frekuensi penerbangan tiga kali seminggu.

Di tempat terpisah, Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara siap mengelola Bandar Udara Atung Bungsu dengan baik. "Ditjen Hubud menyambut baik keinginan Pemerintah kota untuk menyerahkan pengelolaan Bandar Udara Atung Bungsu kepada kami. Untuk itu kami sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan verifikasi terhadap aset-aset yang akan diserahkan," katanya.

Polana juga menambahkan sebagai kota wisata di Sumatera Selatan, kehadiran Bandar Udara Atung Bungsu sangat berpotensi untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah tersebut.

"Dengan dikelolanya nanti bandara ini oleh Ditjen Hubud, kami berharap bisa memberikan pelayanan transportasi udara yang lebih baik kepada masyarakat Pagar Alam dan sekitar sehingga konektifitas semakin lancar," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja BBKFP Tembus...
Kinerja BBKFP Tembus Target, 2020 Perluas Pasar dan Launching Wisata Terbang
Orang-orang Jadi Takut...
Orang-orang Jadi Takut Terbang Lagi Seiring Kasus Covid-19 Meningkat
Bandara Halim Bakal...
Bandara Halim Bakal Dipugar, Operasional Penerbangan Akan Dialihkan ke Bandara Ini
Kemenhub Tetapkan 40...
Kemenhub Tetapkan 40 Bandara Internasional Baru, Ini Daftarnya
Kapasitas Penumpang...
Kapasitas Penumpang Pesawat Akan Diizinkan 100% Secara Berkala
Main Layang-layang di...
Main Layang-layang di Kawasan Bandara Bisa Kena Denda Rp1 Miliar, Masih Berani?
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
10 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved