Sanksi Terhadap Rusia Diperluas, AS Targetkan 300 Individu dan Entitas
Kamis, 13 Juni 2024 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Kedua departemen telah mengeluarkan interpretasi baru dari perintah eksekutif yang ada dengan melarang warga AS menyediakan "konsultasi TI dan layanan desain," serta "layanan dukungan TI dan layanan berbasis cloud untuk perangkat lunak manajemen perusahaan dan desain dan perangkat lunak manufaktur" kepada siapa pun di Rusia.
Departemen Keuangan juga telah mendefinisikan ulang pangkalan industri militer Rusia untuk memasukkan semua orang yang dikenai sanksi berdasarkan Perintah Eksekutif 14024 -termasuk Sberbank dan VTB- yang berarti bahwa lembaga keuangan negara ketiga "berisiko dikenai sanksi karena melakukan atau memfasilitasi transaksi signifikan, atau memberikan layanan apa pun" kepada mereka (Rusia).
Washington telah memberikan sanksi kepada lebih dari 4.000 individu dan perusahaan Rusia sejak Februari 2022. Langkah terbaru AS datang sebelum KTT G7 di Italia, di mana Washington berharap untuk mengumumkan kemajuan dalam penyitaan aset Rusia yang dibekukan. Namun, AS dan sekutu Uni Eropanya dilaporkan belum mencapai suara bulat.
Di sisi lain Moskow memberikan respons, "tidak akan membiarkan tindakan agresif AS," seperti diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam menanggapi pengumuman Washington.
Sementara itu, Bursa Efek Moskow telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan melakukan perdagangan dalam dolar AS dan euro mulai Kamis karena sanksi baru AS.
Departemen Keuangan juga telah mendefinisikan ulang pangkalan industri militer Rusia untuk memasukkan semua orang yang dikenai sanksi berdasarkan Perintah Eksekutif 14024 -termasuk Sberbank dan VTB- yang berarti bahwa lembaga keuangan negara ketiga "berisiko dikenai sanksi karena melakukan atau memfasilitasi transaksi signifikan, atau memberikan layanan apa pun" kepada mereka (Rusia).
Washington telah memberikan sanksi kepada lebih dari 4.000 individu dan perusahaan Rusia sejak Februari 2022. Langkah terbaru AS datang sebelum KTT G7 di Italia, di mana Washington berharap untuk mengumumkan kemajuan dalam penyitaan aset Rusia yang dibekukan. Namun, AS dan sekutu Uni Eropanya dilaporkan belum mencapai suara bulat.
Di sisi lain Moskow memberikan respons, "tidak akan membiarkan tindakan agresif AS," seperti diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam menanggapi pengumuman Washington.
Sementara itu, Bursa Efek Moskow telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan melakukan perdagangan dalam dolar AS dan euro mulai Kamis karena sanksi baru AS.
(akr)
Lihat Juga :