Ekonom Ini Preteli Kelemahan Omnibus Law buat Perekonomian Nasional

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 16:38 WIB
loading...
Ekonom Ini Preteli Kelemahan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom senior sekaligus pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan, RUU Omnibus Law bukanlah senjata yang tepat untuk mereformasi ekonomi Indonesia . Jika dilihat dari naskah akademik, Omnibus Law belum memetakan semua masalah.

"Hanya sebagian masalah, yakni kerumitan perizinan, pertumbuhan investasi yang di bawah Malaysia, Thailand dan Vietnam, juga daya saing global (GCI) dan kemudahan berbisnis (EoDB) relatif tertinggal dibanding Malaysia dan Thailand," ungkap Hendri dalam webinar di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Dia mengatakan, dalam Omnibus Law, orientasi pembangunan ekonomi jangka panjang belum menjadi isu penting. Sehingga, tentu RUU ini tidak akan me-reform struktur ekonomi untuk menghilangkan kesenjangan. ( Baca juga:Ternyata Ini Deretan Tokoh yang Difavoritkan Gibran )

"Omnibus Law hanya berfokus untuk memudahkan masuknya investasi baru, sehingga kurang memperhatikan permasalahan dan juga kepentingan dari investasi yang telah ada. Misalnya kebijakan afirmatif pada pelaku usaha rakyat yang telah ada agar dapat beradaptasi dengan perubahan," jelas Hendri.

Dia mengatakan, Omnibus Law seakan hanya ditujukan sebagai solusi perkara yang terkait dengan perubahan regulasi.

"Padahal, permasalahan non-regulasi jauh lebih banyak yang menjadi penghambat pertumbuhan investasi, yang utama adalah konsistensi kebijakan," tutur Hendri.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Rekomendasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved