Sri Mulyani Minta Restu DPR Suntik PMN Rp6,1 Triliun ke 4 BUMN
Senin, 01 Juli 2024 - 16:15 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengajukan, Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,1 triliun untuk 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Tanah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengajukan, Penyertaan Modal Negara ( PMN ) senilai Rp6,1 triliun untuk 4 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dan Bank Tanah. Sebelumnya, Menkeu harus minta restu DPR untuk memakai dana PMN yang bersumber dari cadangan pembiayaan investasi.
"Mengenai penggunaan cadangan pembiayaan investasi yang dalam UU APBN 2024 sebesar Rp13,6 triliun, pada hari ini kami ajukan penggunaannya hanya Rp6,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI terkait Pengantar Pendalaman PMN APBN 2024, Senin (1/7/2024).
Baca Juga: Pemerintah Buat Road Map Klaster BUMN Sakit, Bisa Ditutup dan Likuidasi
Rinciannya, PMN itu bakal digelontorkan untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) sebesar Rp965 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp1 triliun dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun.
Selain pembiayaan cadangan investasi, Sri Mulyani menerangkan, bahwa PMN juga akan digunakan untuk alokasi kewajiban penjaminan sebesar Rp635 miliar. Baca Juga: Intip Porsi PMN Rp176,2 Triliun ke 5 Klaster, Proyek Infrastruktur Kebagian Rp55 T
"Kami juga melakukan alokasi kewajiban penjaminan, karena pemerintah sering memberikan penjaminan, dan dalam hal ini kita menyediakan atau mencadangkan dana untuk penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call ini Rp635 miliar," ungkap Sri Mulyani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN), Rionald Silaban menjelaskan, bahwa PMN Rp2 triliun untuk PT KAI akan diusulkan untuk pemenuhan belanja modal, retrofit, dan pengadaan set KRL.
"Mengenai penggunaan cadangan pembiayaan investasi yang dalam UU APBN 2024 sebesar Rp13,6 triliun, pada hari ini kami ajukan penggunaannya hanya Rp6,1 triliun," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI terkait Pengantar Pendalaman PMN APBN 2024, Senin (1/7/2024).
Baca Juga: Pemerintah Buat Road Map Klaster BUMN Sakit, Bisa Ditutup dan Likuidasi
Rinciannya, PMN itu bakal digelontorkan untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) sebesar Rp965 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp1 triliun dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun.
Selain pembiayaan cadangan investasi, Sri Mulyani menerangkan, bahwa PMN juga akan digunakan untuk alokasi kewajiban penjaminan sebesar Rp635 miliar. Baca Juga: Intip Porsi PMN Rp176,2 Triliun ke 5 Klaster, Proyek Infrastruktur Kebagian Rp55 T
"Kami juga melakukan alokasi kewajiban penjaminan, karena pemerintah sering memberikan penjaminan, dan dalam hal ini kita menyediakan atau mencadangkan dana untuk penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call ini Rp635 miliar," ungkap Sri Mulyani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN), Rionald Silaban menjelaskan, bahwa PMN Rp2 triliun untuk PT KAI akan diusulkan untuk pemenuhan belanja modal, retrofit, dan pengadaan set KRL.
Lihat Juga :