Ekonom Ini Ramal IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2021, Lebaykah?
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 22:09 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Momen liburan yang cukup panjang banyak dikeluhkan investor pasar modal . Namun ternyata momen itu tidak berdampak negatif pada pada bursa saham. Malah sebaliknya, kepadatan lalu lintas sepanjang liburan menunjukkan sinyal perbaikan ekonomi.
"Libur tidak mengubah fundamental ekonomi. Ini juga sudah diagendakan dan diumumkan sebelumnya. Selain itu juga tidak ada sentimen yang negatif," ujar Ferry Latuhihin, Chief Economist Tanamduit, Sabtu (22/8/2020).
Menurutnya, sepanjang libur panjang ini kendaraan cukup padat di tol seperti kondisi mudik Lebaran. Ini indikasi bahwa ekonomi nasional dalam kondisi baik sehingga memberi sinyal akan ada pertumbuhan di kuartal ketiga tahun ini.
"Pemerintah juga sudah menegur instansi-instansi yang terlambat mengucurkan dana penyelamatan ekonomi. Mudah-mudahan setelah libur ini dana itu mengucur lebih deras sehingga dapat mempercepat recovery," ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengaku masih optimistis bahwa perekonomian di sepanjang 2020 masih tumbuh positif sebesar kurang lebih 1,5%. Sedangkan untuk IHSG akan menuju 6.000 di akhir tahun ini.
"Libur tidak mengubah fundamental ekonomi. Ini juga sudah diagendakan dan diumumkan sebelumnya. Selain itu juga tidak ada sentimen yang negatif," ujar Ferry Latuhihin, Chief Economist Tanamduit, Sabtu (22/8/2020).
Menurutnya, sepanjang libur panjang ini kendaraan cukup padat di tol seperti kondisi mudik Lebaran. Ini indikasi bahwa ekonomi nasional dalam kondisi baik sehingga memberi sinyal akan ada pertumbuhan di kuartal ketiga tahun ini.
"Pemerintah juga sudah menegur instansi-instansi yang terlambat mengucurkan dana penyelamatan ekonomi. Mudah-mudahan setelah libur ini dana itu mengucur lebih deras sehingga dapat mempercepat recovery," ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengaku masih optimistis bahwa perekonomian di sepanjang 2020 masih tumbuh positif sebesar kurang lebih 1,5%. Sedangkan untuk IHSG akan menuju 6.000 di akhir tahun ini.
Lihat Juga :