5 Perusahaan Minyak Terbesar di Rusia, Tertinggi Cetak Laba Rp225,7 Triliun

Sabtu, 06 Juli 2024 - 11:07 WIB
loading...
5 Perusahaan Minyak...
Rusia adalah rumah bagi beberapa perusahaan minyak dan gas terintegrasi terbesar di dunia. Intip daftar 5 raksasa minyak teratas di Rusia. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Rusia merupakan negara produsen minyak terbesar ketiga di dunia dan menempati peringkat sebagai produsen gas alam terbesar kedua di dunia. Sekitar 11% pasokan minyak dunia berasal dari Rusia, dan sebanyak 24,8 triliun kaki kubik pasokan gas alam global berasal dari negara tersebut.

Baca Juga: 10 Perusahaan Migas Terbesar di Dunia 2022, Tiga di Antaranya dari AS

Dengan demikian, Rusia adalah rumah bagi beberapa perusahaan minyak dan gas terintegrasi terbesar di dunia. Bahkan, beberapa perusahaan terbesar Rusia secara konsisten berada di antara perusahaan-perusahaan paling kuat di dunia.

Baca Juga: Banyak Perusahaan Migas Asing Kabur dari Indonesia, Begini Kata SKK Migas

Semua perusahaan minyak terbesar Rusia mempertahankan operasi minyak dan gas hulu dan hilir yang substansial, termasuk divisi eksplorasi dan produksi yang luas, kilang minyak bumi hingga pabrik petrokimia, dan stasiun layanan ritel.

Dalam daftar Global 2000 Forbes yang dirilis Mei 2021, terdapat 5 perusahaan minyak terbesar di Rusia. Dalam daftar tersebut mengukur perusahaan teratas di dunia menurut aset, nilai pasar, penjualan, serta raihan laba.

Daftar 5 perusahaan minyak teratas di Rusia

1. Rosneft

Penjualan: USD70.8 miliar
Keuntungan: USD2 miliar
Aset: USD207.5 miliar
Nilai Pasar: USD77.7 miliar

Rosneft adalah perusahaan minyak terbesar Rusia. Fokus utamanya pada produksi minyak dan gas, eksplorasi hidrokarbon, pengembangan kilang lepas pantai, penyulingan, dan penjualan minyak, gas, serta produk olahan.

Perusahaan menyumbang hampir 6% dari produksi minyak dunia. Rosneft menghasilkan 3,48 juta barel per hari atau 192,8 juta ton hidrokarbon cair pada tahun 2021.

Ia juga berada di antara produsen gas independen tertinggi di negara ini. Produksi gas Rosneft mencapai 8% dari produksi hidrokarbon Rusia, dengan volume produksi sekitar 64 miliar meter kubik. Pada 2021, perseroan memproduksi 5,10 juta barel per hari.

Seperti dilansir Investopedia, Rosneft terus menjaga aktivitas eksplorasi dan produksi di seluruh Rusia dan sekitar selusin negara lainnya. Rosneft tercatat memiliki 13 kilang di Rusia dan berniat menambah tujuh kilang lagi di Eropa Barat dan Timur.

Rosneft juga mengoperasikan jaringan sekitar 2.900 stasiun layanan bensin eceran (SPBU) dan merupakan salah satu pemasok bahan bakar jet terbesar di Rusia.

Laba 2023

Produsen minyak terbesar Rusia, Rosneft (ROSN. MM) melaporkan lonjakan 47,2% pada laba bersih 2023 menjadi 1,3 triliun rubel atau USD14,07 miliar atau setara Rp225,7 triliun (Kurs Rp16.127 per USD). Rosneft juga sedang bersiap membangun kapasitas produksi gasnya dalam menghadapi pembatasan eksternal pada minyak.

Barat diketahui telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap ekspor energi Rusia, berusaha membuat Kremlin kekurangan pendapatan minyak dan gas setelah Moskow mengirim tentaranya ke Ukraina pada Februari 2022.

Sementara itu Rosneft mencatat produksi kondensat minyak mentah dan gasnya mencapai 193,6 juta ton pada 2023, tanpa memberikan perbandingan dengan 2022.

Total produksi hidrokarbon tahun lalu berjumlah 269,8 juta ton, termasuk 92,7 miliar meter kubik gas.

"Sebagai hasil dari pengetatan biaya dan meningkatkan efisiensi, biaya unit produksi hidrokarbon pada akhir tahun 2023 turun menjadi USD2,6/ boe," ungkap Igor Sechin, petinggi Rosneft dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) meningkat 17,8% menjadi 3,0 triliun rubel, sedangkan pendapatan naik tipis 1,3% menjadi 9,2 triliun rubel.

Belanja modal pada 2023 mencapai 1,3 triliun rubel dan arus kas bebas yang disesuaikan mencapai 1,4 triliun rubel, seperti dibeberkan perusahaan.

2. Surgutneftegas

Penjualan: USD18.8 miliar
Keuntungan: USD8.4 miliar
Aset: USD79.4 miliar
Nilai Pasar: USD16.7 miliar

Surgutneftegas didirikan pada tahun 1977 dalam periode kebangkitan industri minyak dan gas di kawasan tersebut. Tercatat Surgutneftegas memiliki tiga segmen utama, termasuk eksplorasi dan produksi, penyulingan minyak, dan produksi gas.

Operasi untuk unit eksplorasi dan produksinya berada di tiga wilayah berbeda, yaitu Siberia Barat, Siberia Timur, dan Timan-Pechora. Surgutneftegas juga menjalankan bisnis pembangkit listrik dan memproduksi petrokimia.

Ditambah Surgutneftegas juga mengoperasikan stasiun layanan pengisian bahan bakar di seluruh negeri di bawah lima anak perusahaan yang berbeda.

3. Gazprom

Penjualan: USD90.5 miliar
Kerugian: USD912.2 juta
Aset: USD294.9 miliar
Nilai Pasar: USD73.5 miliar

Perusahaan energi Rusia milik negara, Gazprom menggarap semua sektor dalam industri minyak dan gas, mulai dari hulu hingga hilir serta menghasilkan panas dan listrik.

Perusahaan ini termasuk di antara empat produsen minyak terbesar Rusia. Buat urusan produksi dilakukan oleh anak perusahaannya, Gazprom Neft.

Deposit minyak dikembangkan terutama di Daerah Otonomi Yamal-Nenets dan Khanty-Mansi – Yugra. Dari wilayah tersebut menghasilkan 41,6 juta ton minyak pada tahun 2020.

Gazprom juga memiliki salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia, masing-masing menyumbang sekitar 16% dan 71% dari cadangan global dan Rusia. Perusahaan ini juga merupakan salah satu produsen gas alam cair terbesar di negara ini. Sekitar 453 juta meter kubik gas alam dan gas diproduksi oleh perusahaan di 2020.

4. LukOil

Penjualan: USD71.8 miliar
Keuntungan: USD207.9 juta
Aset: USD81.5 miliar
Nilai Pasar: USD52.3 miliar

Didirikan pada tahun 1991 dan berkantor pusat di Moskow, LukOil adalah salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. LukOil mempekerjakan lebih dari 100,000 orang, serta menyediakan layanan bagi konsumen di lebih dari 100 negara.

Proyek pertumbuhan perusahaan berlokasi di Laut Kaspia Utara, Laut Baltik, wilayah Timan-Pechora, Siberia Barat, dan Uzbekistan. LukOil memproduksi 2,3 juta barel setara minyak (BOE) per hari pada tahun 2022.

Penyulingan untuk tahun 2022 mencapai 7 juta barel per hari. Cadangan hidrokarbon terbukti per 31 Desember 2022, sebesar 15,1 boe.

Selain kegiatan eksplorasi dan produksi gas dan minyaknya di seluruh Rusia, LukOil juga beroperasi di lebih dari 30 negara lain. Operasi penyulingan dan petrokimianya mencakup enam kilang di Rusia dan beberapa tersebar di seluruh Eropa.

LukOil juga mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik di Rusia dan stasiun layanan bensin di Rusia, Eropa, dan AS.

5. Transneft

Penjualan: USD14.3 miliar
Keuntungan: USD2.1 miliar
Aset: USD44.1 miliar
Nilai Pasar: USD13.9 miliar

Transeft berbasis di Moskow dan didirikan pada tahun 1993, hingga menjadi salah satu perusahaan pipa minyak terbesar di dunia. Memindahkan minyak melalui pipa saluran pipa di Rusia, Transneft dikendalikan negara tetapi memperdagangkan saham preferen di Bursa Moskow.

Menurut situs web perusahaan, Transneft memiliki pipa utama sepanjang lebih dari 67.000 kilometer, yang setara dengan pengangkutan 82% pasokan minyak Rusia yang diekstraksi. Kapasitas tangki penyimpanan melebihi 24 juta meter kubik. Perusahaan ini juga memiliki lebih dari 500 stasiun pompa di seluruh Rusia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved