Mengapa Negara-negara Asia Tenggara Ingin Bergabung dengan BRICS?

Minggu, 07 Juli 2024 - 10:25 WIB
loading...
A A A
"Blok ini dapat membantu ekonomi digital Malaysia tumbuh lebih cepat dengan memungkinkan negara tersebut berintegrasi dengan negara-negara yang memiliki pasar digital yang kuat dan juga memanfaatkan praktik terbaik dari anggota lainnya," kata Rahul Mishra, profesor di Pusat Studi Indo-Pasifik di Jawaharlal Nehru Universitas di New Delhi, kepada DW. Dia menambahkan, Thailand juga akan mampu menarik investasi di industri-industri penting termasuk jasa, manufaktur, dan pertanian dengan bergabung ke dalam BRICS.

Sementara, Chin meyakini hubungan dagang antara Malaysia dan Thailand dengan China telah mempengaruhi keputusan mereka untuk bergabung dengan BRICS. China telah menjadi mitra dagang terbesar Malaysia selama 15 tahun terakhir dan mitra dagang terbesar Thailand selama 11 tahun. "Kedua negara Asia Tenggara yang menjadi anggota BRICS akan meningkatkan hubungan mereka dengan China," kata Chin.

Alasan lainnya untuk bergabung dengan BRICS adalah persoalan keberpihakan. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa menegaskan bahwa Bangkok tidak memandang bergabung dengan BRICS sebagai tindakan "memilih pihak," atau sebagai cara untuk mengimbangi blok lain. "Thailand memiliki keunikan karena kami berteman dengan setiap negara dan tidak bermusuhan dengan siapa pun. Kami dapat bertindak sebagai jembatan antara negara-negara berkembang dan anggota BRICS," tegasnya.

Selain BRICS, Thailand juga telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris, yang beranggotakan 38 orang yang sebagian besar berasal dari negara Barat.

"Negara-negara kecil dan menengah tidak punya banyak pilihan," kata Piti. "Apa yang dilakukan Thailand adalah tindakan penyeimbangan – satu langkah dengan demokrasi liberal Barat dan satu lagi dengan negara-negara berkembang."

Di Malaysia, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh ISEAS-Yusof Ishak Institute, sentimen publik saat ini lebih berpihak pada China, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Hampir tiga perempat responden survei mengatakan ASEAN harus lebih memilih China daripada AS jika blok tersebut terpaksa bersekutu dengan salah satu dari dua negara adidaya yang bersaing tersebut.

Baca Juga: Biadab! Israel Bombardir Sekolah yang Dikelola PBB di Gaza, 16 Orang Meninggal
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Rekomendasi
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Doa Memasuki Awal Bulan...
Doa Memasuki Awal Bulan Safar, Yuk Amalkan!
Mendikdasmen Kunjungi...
Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pascateror Bom, Pastikan MPLS Tetap Aman
Berita Terkini
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved