Profil dan Sepak Terjang Janet Yellen, Menteri Keuangan Perempuan Pertama Amerika Serikat

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:10 WIB
loading...
Profil dan Sepak Terjang...
Janet Yellen, lahir 13 Agustus 1946, Brooklyn, New York, AS adalah seorang ekonom, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat. FOTO/Asia Times
A A A
JAKARTA - Janet Yellen , lahir 13 Agustus 1946, Brooklyn, New York, AS adalah seorang ekonom, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat. Ia adalah wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.

Yellen juga sempat menjabat sebagai Dewan Gubernur Federal Reserve System (Fed) atau Bank Sentral AS. Yellen lulus dengan predikat summa cum laude di bidang ekonomi dari Brown University tahun 1967 dan menerima gelar Ph.D. di bidang ekonomi dari Yale University pada 1971.

Ia kemudian bekerja sebagai asisten profesor ekonomi di Universitas Harvard hingga 1976. Pada 1977-1978, ia bekerja sebagai ekonom untuk Dewan Gubernur Federal Reserve, dan pada tahun 1978-1980 ia menjadi dosen di London School of Economics and Political Science.

Pada tahun 1980, Yellen bergabung dengan fakultas Haas School of Business di University of California, Berkeley, di mana ia melakukan penelitian dan mengajar ekonomi makro di semua tingkatan, dan menerima berbagai penghargaan pengajaran.

Yellen diangkat sebagai Bernard T. Rocca, Jr. Profesor Bisnis dan Perdagangan Internasional pada tahun 1992 dan Eugene E. dan Catherine M. Trefethen Profesor Administrasi Bisnis dan Profesor Ekonomi pada tahun 1999. Dia kemudian menjadi profesor emeritus di Haas School of Business.

Baca Juga: Yellen Sepakat, Sanksi Barat Bisa Meruntuhkan Dolar AS

Pada 1994, Yellen mengambil cuti dari Berkeley untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve System, sebuah jabatan yang dipegangnya hingga tahun 1997. Ia kemudian meninggalkan The Fed untuk menjadi ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Bill Clinton hingga 1999. Beliau juga mengetuai Komite Kebijakan Ekonomi Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Yellen kembali ke Berkeley pada tahun 1999 dan mengajar di sana hingga tahun 2004, ketika ia ditunjuk sebagai presiden Federal Reserve Bank of San Francisco. Ia diangkat sebagai wakil ketua Dewan Gubernur Fed pada tahun 2010. Tiga tahun kemudian, Presiden Barack Obama menominasikannya sebagai kepala Federal Reserve System berikutnya.

Ada beberapa kontroversi seputar pencalonannya, terutama karena banyak anggota Partai Republik yang percaya bahwa ia akan terlalu menekankan pada pengurangan pengangguran dan tidak cukup pada pengendalian inflasi. Namun demikian, pada bulan Januari 2014 ia dikonfirmasi oleh Senat AS dengan suara 56 banding 26, margin konfirmasi terkecil untuk kepala Federal Reserve System dalam sejarah. Masa jabatannya selama empat tahun dimulai pada 3 Februari 2014.

Setelah menjabat, Yellen memulai proses pembalikan beberapa kebijakan yang telah diberlakukan sebagai respons terhadap krisis subprime mortgage pada 2008. Secara khusus, ia mengawasi program penjualan obligasi Treasury dan hipotek yang telah dibeli oleh The Fed untuk menstimulasi perekonomian. Masa jabatannya juga terkenal dengan pertumbuhan lapangan kerja dan upah, yang keduanya terjadi ketika ia mempertahankan suku bunga rendah.

Baca Juga: Sosok Sniper Penembak Donald Trump Pendiam dan Sering Di-bully di Sekolah

Yellen meninggalkan The Fed pada Februari 2018, setelah Presiden Donald Trump gagal mencalonkannya untuk masa jabatan kedua. Ia digantikan oleh Jerome H. Powell. Melansir Britannica Money, pada 2020, Presiden terpilih Joe Biden mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan Yellen sebagai Menteri Keuangan AS. Dia dikonfirmasi oleh Senat pada Januari 2021 dengan suara 84 banding 15.

Yellen meraih gelar Doktor Hukum dari Brown University dan gelar Doktor Humaniora dari Bard College. Sepanjang karier akademisnya, ia banyak menulis tentang berbagai topik, terutama ekonomi makro dan dinamika pengangguran. Ia menikah dengan George A. Akerlof, pemenang Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 2001.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Berita Terkini
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved