Minta Bantuan Rusia, Tetangga Dekat Indonesia Ini Mantap Gabung BRICS
Selasa, 30 Juli 2024 - 13:31 WIB
loading...
Ekspansi BRICS meningkat dengan semakin banyaknya negara yang ingin menjadi bagian dari aliansi ini. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Ekspansi BRICS meningkat dengan semakin banyaknya negara yang ingin menjadi bagian dari aliansi ini. BRICS secara resmi telah menerima aplikasi bulan ini dari negara baru yang menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan blok ini. Langkah ini mengindikasikan bahwa negara-negara berkembang menganggap aliansi ini menguntungkan dan satu-satunya kelompok yang dapat menantang dolar AS.
Negara baru yang secara resmi mengajukan permohonan bulan ini untuk bergabung dengan BRICS adalah Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang sedang berkunjung dan mendiskusikan prospek negara tetangga Indonesia itu gabung dengan BRICS.
Rusia sedang giat berkekspansi dan akan segera menyetujui permintaan Malaysia untuk bergabung dengan blok tersebut. Anwar Ibrahim sedang meminta bantuan Rusia untuk bisa segera gabung BRICS. Terlepas dari itu, keduanya juga membahas situasi perang Israel dan Palestina dan menekankan perlunya gencatan senjata permanen.
Baca Juga: Jika Turki Invasi Israel, Siapa yang Dibela NATO?
Selain itu, keduanya juga mendiskusikan perlunya bantuan kemanusiaan yang cepat di Gaza dan penerimaan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Negara baru yang secara resmi mengajukan permohonan bulan ini untuk bergabung dengan BRICS adalah Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang sedang berkunjung dan mendiskusikan prospek negara tetangga Indonesia itu gabung dengan BRICS.
Rusia sedang giat berkekspansi dan akan segera menyetujui permintaan Malaysia untuk bergabung dengan blok tersebut. Anwar Ibrahim sedang meminta bantuan Rusia untuk bisa segera gabung BRICS. Terlepas dari itu, keduanya juga membahas situasi perang Israel dan Palestina dan menekankan perlunya gencatan senjata permanen.
Baca Juga: Jika Turki Invasi Israel, Siapa yang Dibela NATO?
Selain itu, keduanya juga mendiskusikan perlunya bantuan kemanusiaan yang cepat di Gaza dan penerimaan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lihat Juga :