alexametrics

Harga Minyak Melemah Karena Penurunan Suku Bunga The Fed Bersifat Terbatas

loading...
Harga Minyak Melemah Karena Penurunan Suku Bunga The Fed Bersifat Terbatas
Harga minyak turun karena penurunan suku bunga The Fed bersifat terbatas. Foto/Istimewa
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah turun lebih dari 1% di awal perdagangan Agustus 2019, karena penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, bersifat terbatas. Rabu waktu AS, The Fed menurunkan suku bunga 25 basis poin sesuai perkiraan sebelumnya.

Namun The Fed mengatakan langkah itu bersifat terbatas. Artinya, The Fed belum tentu melakukan pemotongan lagi di tahun ini, karena harus melihat risiko pelemahan ekonomi global.

Melansir dari Reuters, Kamis (1/8/2019), harga minyak mentah Brent International turun USD1,06 atau 1,6% menjadi USD63,99 per barel pada pukul 00:37 GMT. Sedangkan harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 93 sen atau 1,6% menjadi USD57,65 per barel.



Penurunan harga minyak, selain karena terbatasnya penurunan suku bunga AS, juga disebabkan pembicaraan dagang AS dengan China yang masih kaku. Dalam pembicaraan di Shanghai, negosiator dari AS dan China belum memberi tanda-tanda kemajuan. Keduanya menuda pertemuan berikutnya hingga September.

Sementara itu, pasokan minyak mentah AS turun untuk tujuh minggu beruntun ke level terendah sejak November 2018, meski angka impor meningkat. Administrasi Informasi Energi (EIA) melansir persediaan minyak mentah AS turun 8,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 26 Juli.

Adapun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus memangkas produksinya memcapai level terendaj dalam delapan tahun pada Juli ini. Jajak pendapat yang dilakukan Reuters menunjukkan harga minyak diperkirakan akan berkutat di level ini pada 2019, karena potensi perlambatan ekonomi global imbas sengketa perdagangan berkepanjangan antara AS dan China, sehingga menurunkan permintaan terhadap pasar minyak.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak