Soal Demurrage Rp294,5 M, Megawati Ingatkan Jangan Mengandalkan Impor Beras
Rabu, 31 Juli 2024 - 13:38 WIB
loading...
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara tegas meminta agar pemerintah tidak mengandalkan impor beras di tengah ancaman krisis pangan. Pesan itu sejalan dengan ramainya kasus demurrage impor beras sebesar Rp294,5 miliar.
"Negara yang impornya atau ekspor beras itu juga ketar-ketir. Jadi mereka kemungkinan mungkin tahan karena buat negara mereka. Nah kita terus mencarinya kemana," ujar Megawati, dikutip Rabu (31/7/2024).
Megawati mengingatkan kepada semua pihak agar fokus mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadi lumbung beras. Presiden Indonesia ke-5 ini juga menyebut negara harus dapat fokus mengurus pangan dan beras agar tidak lagi sekedar mengandalkan impor.
Baca Juga: Megawati Sebut Hukum di Indonesia Diobrak-abrik Kekuasaan
Senada, Direktur lembaga kajian Next Policy, Yusuf Wibisono mengkritisi impor beras besar-besaran yang digaungkan-gaungkan oleh pemerintah. Yusuf menyoroti menurunya, produksi nasional beras dari Januari-Juli 2024 yang diperkirakan anjlok hingga 13,3% atau setara 2,47 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
"Negara yang impornya atau ekspor beras itu juga ketar-ketir. Jadi mereka kemungkinan mungkin tahan karena buat negara mereka. Nah kita terus mencarinya kemana," ujar Megawati, dikutip Rabu (31/7/2024).
Megawati mengingatkan kepada semua pihak agar fokus mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadi lumbung beras. Presiden Indonesia ke-5 ini juga menyebut negara harus dapat fokus mengurus pangan dan beras agar tidak lagi sekedar mengandalkan impor.
Baca Juga: Megawati Sebut Hukum di Indonesia Diobrak-abrik Kekuasaan
Senada, Direktur lembaga kajian Next Policy, Yusuf Wibisono mengkritisi impor beras besar-besaran yang digaungkan-gaungkan oleh pemerintah. Yusuf menyoroti menurunya, produksi nasional beras dari Januari-Juli 2024 yang diperkirakan anjlok hingga 13,3% atau setara 2,47 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Lihat Juga :