108 Negara Berisiko Terjebak Middle Income Trap, Ada Indonesia?

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 13:42 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh oleh Bom yang Diselundupkan ke Rumah Teheran

Bank Dunia mengusulkan "strategi 3i" untuk negara-negara tergantung pada tahap pembangunan mereka. Negara-negara berpenghasilan rendah dapat fokus hanya pada kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan investasi.

Begitu mereka mencapai status berpenghasilan menengah ke bawah, mereka perlu beralih dan memperluas bauran kebijakan investasi dan infusi, yang melibatkan pengadopsian teknologi dari luar negeri dan menyebarkannya ke seluruh perekonomian. Pada tingkat pendapatan menengah ke atas, negara-negara harus beralih lagi ke investasi, infusi, dan inovasi.

Indonesia

Dalam laporan bertajuk The World Development Report 2024: The Middle Income Trap, pendapatan per kapita AS saat ini berada di kisaran USD80.300. Bank Dunia memperkirakan, Indonesia membutuhkan waktu 70 tahun untuk bisa mencapai pendapatan per kapita setara negara maju.

Bahkan dalam jangka waktu tersebut, Indonesia hanya bisa mengimbangi seperempat dari pendapatan per kapita AS, artinya hanya sebesar USD20.075. Adapun pendapatan per kapita Indonesia pada 2023 menurut Bank Dunia baru sekitar USD4.580 atau negara berpendapatan menengah atas atau upper middle income.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved