Soal Demurrage Beras Rp294,5 M, Partai Perindo Sarankan Penguatan Penyimpanan dan Distribusi
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 21:03 WIB
loading...
Partai Perindo menyarankan penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi beras domestik menyoal skandal demurrage beras senilai hampir Rp300 miliar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Partai Perindo menyarankan penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi beras domestik menyoal skandal demurrage beras senilai hampir Rp300 miliar. Ketua DPP Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Perindo, Dea Salsabila Defri mengungkap, langkah ini perlu diambil serta dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk bisa menyelesaikan masalah pelik tersebut.
"Perindo mendorong penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi beras domestik serta pengembangan kebijakan yang mendorong produksi ketahanan pangan dalam negeri," kata Dea di Jakarta, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga: Polemik Demurrage Impor Beras, Pemerintah Disarankan Serap Gabah Petani Lebih Banyak
"Perihal demurrage beras senilai Rp294,5 miliar menggarisbawahi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem logistik dan administrasi ekspor-impor, perlu adanya reformasi fokus terhadap peningkatan efesiensi bongkar muat dan pengelolaan dokumen," tambahnya.
Selain melakukan evaluasi, Dea juga berharap adanya upaya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan beras impor serta memastikan, bahwa mekanisme pengadaan dan distribusi beras dilakukan secara efisien dan tepat guna.
"Perindo mendorong penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi beras domestik serta pengembangan kebijakan yang mendorong produksi ketahanan pangan dalam negeri," kata Dea di Jakarta, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga: Polemik Demurrage Impor Beras, Pemerintah Disarankan Serap Gabah Petani Lebih Banyak
"Perihal demurrage beras senilai Rp294,5 miliar menggarisbawahi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem logistik dan administrasi ekspor-impor, perlu adanya reformasi fokus terhadap peningkatan efesiensi bongkar muat dan pengelolaan dokumen," tambahnya.
Selain melakukan evaluasi, Dea juga berharap adanya upaya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan beras impor serta memastikan, bahwa mekanisme pengadaan dan distribusi beras dilakukan secara efisien dan tepat guna.
Lihat Juga :