alexametrics

33 Perusahaan Asal China Tak Pilih Indonesia, Menperin: Bukan Masalah Izin

loading...
33 Perusahaan Asal China Tak Pilih Indonesia, Menperin: Bukan Masalah Izin
Menperin Airlangga Hartarto mengungkapkan, masalah perizinan bukan menjadi alasan kenapa 33 perusahaan yang keluar dari China tidak satupun berpindah ke Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, masalah perizinan bukan menjadi alasan kenapa 33 perusahaan yang keluar dari China tidak satupun berpindah ke Indonesia. Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan Indonesia masih belum dilirik oleh banyak investor.

"Mereka pilihannya memang disitu, tapi berikutnya kita kejar. Tapi ini bukan karena masalah izin di kita," ujar Menperin Airlangga Hartato di Gedung BI, Jakarta, Rabu(4/9/2019)

Lebih lanjut Menperin menekankan, pemerintah akan terus mendorong investasi asing agar masuk ke Tanah Air. Salah satunya yakni meningkatkan industri manufaktur agar lebih menggairahkan bahi investor. Bahkan Menperin menyatakan, salah satunya investor Taiwan sedang berminat investasi di Indonesia.



"Kita sedang dorong, seperti ada juga investor dari Taiwan. Jadi saat ini investor Taiwan ada dua proyek, satu petrokimia, kedua eleketronik. Kemarin sudah rapat di Taiwan dan saat sekarang sedang survei lokasi," jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi juga mengatakan pada tahun 2017 terdapat 73 perusahaan Jepang yang melakukan relokasi. Namun dari jumlah tersebut hanya 10 perusahaan yang masuk ke Indonesia. “Coba kita lihat, 73 perusahaan. 43 ke Vietnam, 11 ke Thailand, dan Filipina dan baru yang berikutnya 10 ke Indonesia,” ujarnya.

Dia menilai bahwa hal ini disebabkan oleh masalah internal Indonesia. Padahal investasi adalah kunci agar Indonesia tahan menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi global seiring ketidakpastian serta gejolak perdagangan yang masih terus membayangi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak