Sanksi Barat Bikin Aset Rp693 Triliun Milik Perusahaan Rusia Tertahan di Luar Negeri
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:43 WIB
loading...
Pebisnis Rusia tidak bisa mengakses miliaran dolar akibat masalah pembayaran di bank asing. Sanksi Barat menyulitkan bisnis Rusia dalam melakukan transaksi, menurut data dari bank sentral Rusia. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Pebisnis Rusia tidak bisa mengakses miliaran dolar akibat masalah pembayaran di bank asing. Sanksi Barat menyulitkan bisnis Rusia dalam melakukan transaksi, menurut data dari bank sentral Rusia .
Baca Juga: Sanksi Barat Mulai Mencekik, 98% Bank China Tolak Pembayaran Rusia
Aset keuangan asing Federasi Rusia melonjak kembali mencapai USD4,7 miliar selama bulan Juli. Rusia melihat aset keuangan asingnya melonjak sebesar USD44,6 miliar atau setara Rp693 triliun (Kurs Rp15.539 per USD) sepanjang tahun ini.
Angka tersebut melonjak lebih dari 2 kali lipat dari peningkatan aset keuangan asing sebesar USD21,4 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun 2023, menurut data dari Bank of Russia.
Baca Juga: Rusia Bakal Menjadi Surganya Penambang Kripto
Lonjakan aset asing sebagian besar disebabkan oleh "keterlambatan penyelesaian dalam kegiatan ekonomi asing," dan akumulasi pembayaran di luar negeri karena "rantai penyelesaian transaksi internasional menjadi lebih kompleks,", kata bankir sentral dalam perkiraan terbaru mereka tentang keuangan Rusia.
Baca Juga: Sanksi Barat Mulai Mencekik, 98% Bank China Tolak Pembayaran Rusia
Aset keuangan asing Federasi Rusia melonjak kembali mencapai USD4,7 miliar selama bulan Juli. Rusia melihat aset keuangan asingnya melonjak sebesar USD44,6 miliar atau setara Rp693 triliun (Kurs Rp15.539 per USD) sepanjang tahun ini.
Angka tersebut melonjak lebih dari 2 kali lipat dari peningkatan aset keuangan asing sebesar USD21,4 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun 2023, menurut data dari Bank of Russia.
Baca Juga: Rusia Bakal Menjadi Surganya Penambang Kripto
Lonjakan aset asing sebagian besar disebabkan oleh "keterlambatan penyelesaian dalam kegiatan ekonomi asing," dan akumulasi pembayaran di luar negeri karena "rantai penyelesaian transaksi internasional menjadi lebih kompleks,", kata bankir sentral dalam perkiraan terbaru mereka tentang keuangan Rusia.
Lihat Juga :