Negara Ini Tak Akan Pernah Jatuhkan Sanksi ke Rusia meski Ditekan UE
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 20:57 WIB
loading...
Negara Slavia ini menegaskan, tidak akan pernah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, meskipun ada tekanan besar-besaran dari Uni Eropa (UE). Foto/Dok
A
A
A
BEOGARD - Serbia tidak akan pernah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, meskipun ada tekanan besar-besaran dari Uni Eropa (UE) . Hal ini disampaikan oleh Menteri Nenad Popovich yang mengawasi kerja sama ekonomi internasional Beograd.
Seperti dilansir RT, Popovich mengklarifikasi bahwa Brussels telah menuntut bahwa, jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, Beograd harus menjauh dari Moskow. Baca Juga: Calon Anggota Uni Eropa Bersiap Menyeberang ke BRICS
Setelah pecahnya perang Ukraina pada Februari 2022, pemerintah Serbia menyatakan bahwa, meskipun mendukung integritas teritorial Ukraina, mereka tidak akan membatasi ekonomi pada Rusia, mengingat hubungan yang erat secara historis antara kedua negara Slavia tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Vedomosti Rusia, Popovich mengatakan, bahwa Serbia menerapkan kebijakan luar negeri multi-vektor, mengembangkan kerja sama dengan Eropa, Asia dan dunia Islam. Pada saat yang sama, aksesi ke Uni Eropa tetap menjadi prioritas bagi negara Balkan, mengingat bahwa negara itu dikelilingi di semua sisi oleh negara-negara anggota atau negara kandidat.
Baca Juga: Impor Gas Rusia Melonjak 8 Kali Lipat, Negara UE Ini Rogoh Kocek Rp5,7 Triliun
Seperti dilansir RT, Popovich mengklarifikasi bahwa Brussels telah menuntut bahwa, jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, Beograd harus menjauh dari Moskow. Baca Juga: Calon Anggota Uni Eropa Bersiap Menyeberang ke BRICS
Setelah pecahnya perang Ukraina pada Februari 2022, pemerintah Serbia menyatakan bahwa, meskipun mendukung integritas teritorial Ukraina, mereka tidak akan membatasi ekonomi pada Rusia, mengingat hubungan yang erat secara historis antara kedua negara Slavia tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Vedomosti Rusia, Popovich mengatakan, bahwa Serbia menerapkan kebijakan luar negeri multi-vektor, mengembangkan kerja sama dengan Eropa, Asia dan dunia Islam. Pada saat yang sama, aksesi ke Uni Eropa tetap menjadi prioritas bagi negara Balkan, mengingat bahwa negara itu dikelilingi di semua sisi oleh negara-negara anggota atau negara kandidat.
Baca Juga: Impor Gas Rusia Melonjak 8 Kali Lipat, Negara UE Ini Rogoh Kocek Rp5,7 Triliun
Lihat Juga :