Ekonomi Kacau Gegara Politik, Bangladesh Cari Tambahan Utang ke IMF
Minggu, 25 Agustus 2024 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Harga Sebatang Emas Tembus 1 Juta Dolar AS
Bank sentral membeli lebih dari USD200 juta dalam tiga hari dari pasar antarbank sejak Mansur diangkat menjadi gubernur Bank Bangladesh pada 13 Agustus. Mansur mengatakan bank sentral bermaksud membeli sebanyak USD1 miliar setiap bulan dari bank-bank lokal.
Dia menekankan bahwa membersihkan sektor perbankan negara itu adalah prioritas utamanya saat ini. Dia menceritakan bahwa telah terjadi "perampokan yang direncanakan terhadap sistem keuangan" yang telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bank-bank dan memiliki implikasi serius bagi pasar saham dan ekonomi yang lebih luas.
Bank-bank Bangladesh telah mengalami pelarian simpanan dan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam aset-aset yang tidak produktif, menyusul gagal bayar oleh kelompok-kelompok yang diduga terkait dengan pemerintahan Liga Awami yang digulingkan.
"Aset-aset yang tidak produktif itu 'hanyalah perampokan bank'. Mereka mengambil uang itu dan menaruhnya di Singapura, Dubai, London, dan tempat-tempat lain. Jadi upaya pertama adalah mencoba untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang dan mendapatkan kembali uang itu," tegas Mansur.
Bank sentral membeli lebih dari USD200 juta dalam tiga hari dari pasar antarbank sejak Mansur diangkat menjadi gubernur Bank Bangladesh pada 13 Agustus. Mansur mengatakan bank sentral bermaksud membeli sebanyak USD1 miliar setiap bulan dari bank-bank lokal.
Dia menekankan bahwa membersihkan sektor perbankan negara itu adalah prioritas utamanya saat ini. Dia menceritakan bahwa telah terjadi "perampokan yang direncanakan terhadap sistem keuangan" yang telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bank-bank dan memiliki implikasi serius bagi pasar saham dan ekonomi yang lebih luas.
Bank-bank Bangladesh telah mengalami pelarian simpanan dan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam aset-aset yang tidak produktif, menyusul gagal bayar oleh kelompok-kelompok yang diduga terkait dengan pemerintahan Liga Awami yang digulingkan.
"Aset-aset yang tidak produktif itu 'hanyalah perampokan bank'. Mereka mengambil uang itu dan menaruhnya di Singapura, Dubai, London, dan tempat-tempat lain. Jadi upaya pertama adalah mencoba untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang dan mendapatkan kembali uang itu," tegas Mansur.
(fjo)
Lihat Juga :