Ekonomi Kacau Gegara Politik, Bangladesh Cari Tambahan Utang ke IMF

Minggu, 25 Agustus 2024 - 07:07 WIB
loading...
Ekonomi Kacau Gegara...
Kekacauan politik di Bangladesh menyebabkan ekonomi negara tersebut morat-marit. FOTO/Dok./Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bangladesh tengah bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) untuk mendapatkan pinjaman tambahan sebesar USD3 miliar, atau sekitar Rp46,5 triliun (kurs Rp15.500 per USD).

Mengutip The Daily Star, Gubernur Bank Sentral Bangladesh yang baru, Ahsan H Mansur mengatakan pinjaman tersebut diperlukan untuk pulih dari kekacauan politik yang baru-baru ini terjadi di negara tersebut. Bank sentral juga membeli dolar dari bank-bank lokal untuk memenuhi utang yang belum dibayar.

Baca Juga: Bangladesh Minta India Mengekstradisi Sheikh Hasina untuk Diadili

Bangladesh sebelumnya telah memperoleh pendanaan sebesar USD4,7 miliar dari IMF tahun lalu. Mansur mengatakan bahwa ia sedang dalam pembicaraan dengan badan keuangan yang berpusat di Washington tersebut untuk "menambah" jumlah ini dengan tambahan sebesar USD3 miliar.

Ia mengatakan Bangladesh juga mencari tambahan USD1,5 miliar dari Bank Dunia dan masing-masing USD1 miliar dari Bank Pembangunan Asia dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang.

Negara ini baru saja bangkit dari pergolakan selama berminggu-minggu menyusul protes mematikan yang memaksa Perdana Menteri Sheikh Hasina digulingkan awal bulan ini. Kekerasan yang menyertai protes antipemerintah telah mengganggu ekspor garmen, penghasil devisa utama negara tersebut. Sementara, cadangan devisa sudah tertekan sebelum krisis saat ini, dan mencapai USD20,5 miliar per 31 Juli, hanya cukup untuk menutupi impor selama sekitar tiga bulan.

Mansur, ekonom kawakan yang menghabiskan tiga dekade di IMF, diangkat menjadi gubernur Bank Bangladesh minggu lalu oleh pemerintah sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel Profesor Muhammad Yunus. Mantan Gubernur Abdur Rouf Talukder dan dua wakil gubernur lainnya mengundurkan diri sebagai bagian dari serangkaian pergantian birokrasi menyusul jatuhnya pemerintahan sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Berita Terkini
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved