30 Prediksi Konsumen di New Normal (1)
Sabtu, 02 Mei 2020 - 08:24 WIB
loading...
Yuswohadi. Foto/Istimewa
A
A
A
Yuswohady
Managing Partner Inventure
Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen dengan sangat ekstrem, mendasar, dan supercepat. Perubahan yang harusnya berjalan selama lima tahun, kini "dimampatkan" hanya dalam 2-3 bulan. Akibatnya konsumen jungkir-balik beradaptasi menuju kenormalan baru (new normal).
Bagaimana kira-kira kondisi perilaku konsumen di kenormalan baru saat pandemi telah lewat? Berikut ini adalah 30 prediksinya. Minggu ini ada 15 prediksi, dan 15 prediksi sisanya kita lanjutkan minggu depan.
#1. The Fall of Mobility, The Rise of Stay @ Home
Wabah, praktis menghentikan mobilitas dan memaksa orang untuk berdiam diri di rumah. "the death of mobility". Krisis Covid-19 membawa manusia seperti kembali ke zaman purba di mana hidupnya hanya di gua, yaitu rumah. "Welcome stay @ home economy."
#2. Online-Shopping Widening+Deepening: From Wants to Needs
Pembelian daring (online shopping) mulai bergeser dari produk yang sifatnya keinginan (wants) ke produk yang sifatnya adalah kebutuhan (needs). Belanja daring konsumen melebar (widening) dari barang-barang nonesensial ke esensial (daily needs). Dan mendalam (deepening) di mana volume pembeliannya makin besar.
#3. Food Delivery: From “Indulgence” to “Utility”
Konsumen menghindari eating out dan beralih ke layanan delivery. Selama ini konsumen memanfaatkan layanan delivery untuk jenis makanan "indulgence", yaitu untuk pleasure dan enjoyment (seperti: boba tea, piza, burger, atau ayam geprek) akan bergeser ke "utility" untuk kebutuhan rutin sehari-hari. Dari pemesanan sesekali (occasional), ke pemesanan berulang (habitual/routine).
#4. The Comeback of Home Cooking
Memiliki waktu cukup luang di rumah selama pandemi memberikan kesempatan bagi milenial mengasah keahlian baru yaitu masak. Dalam Millennials Kill Everything (2019), saya mengatakan milenial "membunuh" home cooking karena emak-emak milenial semakin kehilangan kemampuan memasak. Namun, rupanya Covid-19 "menghidupkannya" kembali.
Managing Partner Inventure
Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen dengan sangat ekstrem, mendasar, dan supercepat. Perubahan yang harusnya berjalan selama lima tahun, kini "dimampatkan" hanya dalam 2-3 bulan. Akibatnya konsumen jungkir-balik beradaptasi menuju kenormalan baru (new normal).
Bagaimana kira-kira kondisi perilaku konsumen di kenormalan baru saat pandemi telah lewat? Berikut ini adalah 30 prediksinya. Minggu ini ada 15 prediksi, dan 15 prediksi sisanya kita lanjutkan minggu depan.
#1. The Fall of Mobility, The Rise of Stay @ Home
Wabah, praktis menghentikan mobilitas dan memaksa orang untuk berdiam diri di rumah. "the death of mobility". Krisis Covid-19 membawa manusia seperti kembali ke zaman purba di mana hidupnya hanya di gua, yaitu rumah. "Welcome stay @ home economy."
#2. Online-Shopping Widening+Deepening: From Wants to Needs
Pembelian daring (online shopping) mulai bergeser dari produk yang sifatnya keinginan (wants) ke produk yang sifatnya adalah kebutuhan (needs). Belanja daring konsumen melebar (widening) dari barang-barang nonesensial ke esensial (daily needs). Dan mendalam (deepening) di mana volume pembeliannya makin besar.
#3. Food Delivery: From “Indulgence” to “Utility”
Konsumen menghindari eating out dan beralih ke layanan delivery. Selama ini konsumen memanfaatkan layanan delivery untuk jenis makanan "indulgence", yaitu untuk pleasure dan enjoyment (seperti: boba tea, piza, burger, atau ayam geprek) akan bergeser ke "utility" untuk kebutuhan rutin sehari-hari. Dari pemesanan sesekali (occasional), ke pemesanan berulang (habitual/routine).
#4. The Comeback of Home Cooking
Memiliki waktu cukup luang di rumah selama pandemi memberikan kesempatan bagi milenial mengasah keahlian baru yaitu masak. Dalam Millennials Kill Everything (2019), saya mengatakan milenial "membunuh" home cooking karena emak-emak milenial semakin kehilangan kemampuan memasak. Namun, rupanya Covid-19 "menghidupkannya" kembali.
Lihat Juga :