Perang Dagang Makin Panas! Kanada Incar Lebih Banyak Produk China

Kamis, 12 September 2024 - 17:19 WIB
loading...
A A A
Peneliti di Institut Hubungan Internasional Kontemporer China yang berpusat di Beijing Chen Fengying menilai, di tengah pesatnya perkembangan industri hijau di China seperti sektor kendaraan listrik dan tenaga surya, AS khawatir akan kehilangan posisi terdepannya di puncak rantai nilai dalam perdagangan internasional. Akibatnya, AS terus menekan sekutunya termasuk Kanada untuk mengekang dan menekan industri-industri China yang sedang berkembang.

"Kami berharap Kanada tidak akan mengabaikan otonomi strategisnya sendiri, dan sebaliknya akan bertindak sebagai negara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan-kebijakannya terhadap China dengan memprioritaskan kesejahteraan rakyatnya sendiri dan merangsang vitalitas ekonomi Kanada," kata Li.

Li memperingatkan bahwa langkah Kanada untuk mempolitisasi isu-isu perdagangan akan menjadi bumerang karena konsumen di negara itu harus membayar harganya, dengan cara yang sama seperti yang telah dibayarkan konsumen AS setelah Negara Adi daya itu mengenakan tarif yang lebih tinggi pada produk-produk China beberapa tahun yang lalu.

"Ini ilusi Kanada bahwa Kanada dapat memperkuat ekonominya sendiri dengan tunduk kepada AS dan menahan perkembangan China," tegas Li.

Perdagangan antara China dan Kanada telah turun 0,5% (tahun-ke-tahun) dalam delapan bulan pertama tahun 2024 menjadi USD57,66 miliar. Terkait dengan itu, He Weiwen mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi Kanada untuk meninggalkan diskriminasi ideologisnya dan mentalitas politik blok untuk melanjutkan hubungan perdagangan nondiskriminatif dengan China berdasarkan aturan WTO.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Rekomendasi
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved