alexametrics

Faktor Global Membuat Rupiah Melemah Hingga Akhir Tahun

loading...
Faktor Global Membuat Rupiah Melemah Hingga Akhir Tahun
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hingga akhir tahun, kurs rata-rata rupiah di Rp14.000 per USD. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menerangkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), cenderung tertekan akibat faktor global. Hingga akhir tahun, Sri Mulyani memprediksi rata-rata kurs rupiah berada di Rp14.000 per USD.

Rupiah saat ini berada di kisaran Rp14.167 per USD, atau bergerak fluktuatif imbas pengaruh kebijakan ekonomi dari negara-negara maju.

"Nilai tukar rupiah saat ini di kisaran Rp14.167, kadang menguat di bawah Rp14.000, kadang melemah di atas Rp14.000, terpengaruh dari kebijakan negara maju, terutama Amerika Serikat. Untuk akhir tahun, rata-rata tembus Rp14.000," terang Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).



Meski berada di Rp14.000 per USD, ia menjelaskan kondisi ini tetap terjaga sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang ditetapkan pemerintah.

"Tapi kita akan berupaya dan yakin rupiah akan terus terapresiasi (menguat)," jelasnya.

Seiring itu, Sri Mulyani menambahkan inflasi masih akan terjaga di kisaran 3%, disebabkan stabilnya harga bahan pokok.

"Harga makanan mengalami fluktuasi, volatile food. Sejak 2017 mengalami dinamika tinggi sehingga sangat menentukan inflasi. Karena itu stabilitas harga penting. Untuk inflasi yang berasal dari inflasi inti stabil di tingkat 3,2%, dan kontribusi barang-barang yang ditetapkan dalam administered prices, relatif rendah," jelasnya.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah terus fokus membangun ekonomi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.

"Kita terus jaga dan berupaya meningkatkan kemakmuran dari semua lapisan dan daerah," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak