Neraca Gula RI Defisit Terus Hingga Jadi Pengimpor Terbesar, Pakar: Ada Masalah Tata Niaga
Kamis, 27 Agustus 2020 - 15:16 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kebutuhan gula nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Organisasi gula internasional memprediksi kebutuhan Indonesia tumbuh 4% per tahun. Namun, meningkatnya kebutuhan gula di masyarakat tidak seimbang dengan produksi domestik sehingga membuat neraca gula nasional mengalami defisit.
Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai ada masalah dalam tata niaga gula nasional. Pertumbuhan impor gula relatif tinggi dari tahun 2014 sebesar 3 juta ton. Kemudian tahun 2015 meningkat menjadi 3,5 juta ton dan tahun 2016 menjadi 4,8 juta ton.
Kebutuhan impor gula terus meningkat hingga puncaknya di tahun 2018 sebanyak 5,1 juta ton. Sementara tahun 2019 impor turun menjadi 4,3 juta ton.
"Pada tahun 2018, Indonesia menduduki rangking pertama di dunia sebagai importir gula terbesar mengalahkan China yang pada tahun 2018 mengimpor 4,5 juta ton," ujarnya ujarnya pada IDX Channel Market Review, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: PKS: Stop Impor TKA, Sudah Waktunya Berdayakan Insinyur Dalam Negeri )
Dia melanjutkan, produksi gula di dalam negeri terus mengalami penurunan hingga sekarang sekitar 2 juta ton. Data dari asosiasi gula Indonesia, produksi gula tahun 2020 diperkirakan hanya mencapai 2,1 juta ton.
Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai ada masalah dalam tata niaga gula nasional. Pertumbuhan impor gula relatif tinggi dari tahun 2014 sebesar 3 juta ton. Kemudian tahun 2015 meningkat menjadi 3,5 juta ton dan tahun 2016 menjadi 4,8 juta ton.
Kebutuhan impor gula terus meningkat hingga puncaknya di tahun 2018 sebanyak 5,1 juta ton. Sementara tahun 2019 impor turun menjadi 4,3 juta ton.
"Pada tahun 2018, Indonesia menduduki rangking pertama di dunia sebagai importir gula terbesar mengalahkan China yang pada tahun 2018 mengimpor 4,5 juta ton," ujarnya ujarnya pada IDX Channel Market Review, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: PKS: Stop Impor TKA, Sudah Waktunya Berdayakan Insinyur Dalam Negeri )
Dia melanjutkan, produksi gula di dalam negeri terus mengalami penurunan hingga sekarang sekitar 2 juta ton. Data dari asosiasi gula Indonesia, produksi gula tahun 2020 diperkirakan hanya mencapai 2,1 juta ton.
Lihat Juga :