4 Negara yang Memiliki Smelter Nikel Terbesar di Dunia, Selain Indonesia

Selasa, 24 September 2024 - 11:28 WIB
loading...
A A A
Rusia telah mengalami penurunan produksi nikel dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, produksi nikel negara tersebut mencapai 272.000 MT, tetapi pada tahun 2023 produksinya hanya sekitar 220.000 MT.

Salah satu produsen nikel asal Rusia, Norilsk Nickel mengalami penurunan produksi sebesar 5 persen pada tahun 2023, dan memperkirakan penurunan lebih lanjut pada tahun 2024.

Perusahaan asal Rusia tersebut diketahui memiliki cadangan nikel di Semenanjung Taymyr di Siberia dan Semenanjung Kola di Rusia Barat Laut.

Baca Juga : Bahlil Merasa Dipermainkan: Indonesia akan Tentukan Sendiri Harga Timah, Nikel dan Batubara

4. Kanada

Produksi nikel Kanada sempat menurun dari 180.000 MT pada tahun 2019 menjadi 143.000 MT pada tahun 2022. Namun di tahun 2023, negara tersebut berhasil meningkatkan produksinya ke angka 180.000 metrik ton.

Cekungan Sudbury di negara tersebut merupakan pemasok bijih nikel terbesar kedua di dunia. Produsen nikel utama lainnya di Kanada adalah Glencore, yang memiliki tambang Raglan di Québec dan Sudbury Integrated Nickel Operations di Ontario.

Pada bulan Februari, Canada Nickel Company mengatakan pihaknya berencana untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel senilai US$1 miliar di Ontario, yang setelah selesai akan menjadi yang terbesar di Amerika Utara.

Itulah beberapa negara yang memiliki smelter nikel terbesar di dunia selain Indonesia. Selain mereka berempat, masih ada Australia yang memproduksi 160 ribu MT, dan Cina yang punya 110 ribu MT di tahun 2023.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Rekomendasi
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved