Rebutan Harta Karun Afrika, Apakah China Menghalangi India?

Jum'at, 27 September 2024 - 18:55 WIB
loading...
A A A
Kondisi yang penuh ketidakpastian, maka tidak mengherankan India juga mengeksplorasi lithium di luar perbatasan nasionalnya hingga mencarinya ke benua Afrika.

Pencarian India hingga Afrika

India membidik wilayah Afrika untuk memenuhi permintaan mineral kritisnya, terutama di Zambia, Namibia, Republik Demokratik Kongo (DRC), Ghana, hingga Mozambik. Beberapa negara Afrika bahkan dilaporkan sudah mendekati pemerintah India pada awal tahun 2022.

Mereka menawarkan bakal memberikan akses ke sumber daya mineral vital dengan imbalan pembayaran sebagian dari pinjaman pembangunan mereka. Namun spesifikasi negara-negara ini masih belum diungkapkan, tetapi mendapatkan akses ke lithium Afrika akan secara signifikan memajukan pertumbuhan industri hijau India.

Mendapatkan akses ke sumber daya Afrika menjadi sangat penting untuk pengembangan industri lithium India, namun dominasi China di bidang ini menjadi penghalang utama.

Selama bertahun-tahun, China telah memonopoli beberapa rantai pasokan mineral utama, termasuk kobalt, lithium, dan banyak logam tanah jarang. China mengendalikan sebagian besar rantai pasokan lithium global dan merupakan penyuling lithium terkemuka.

Meskipun hanya memegang sebagian kecil dari cadangan lithium dunia—yakni kurang dari 7%, China memproduksi sebagian besar kendaraan energi baru yang dijualnya. China adalah importir, penyuling, dan konsumen lithium terbesar, menangani 70% dari output global dan membeli 70% senyawa lithium, sebagian besar untuk sektor manufaktur baterai domestiknya.

Sejak 2018, China yang bergantung pada impor untuk sekitar dua pertiga bahan bakunya, telah secara agresif mengakuisisi tambang lithium besar di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, China berinvestasi di tambang di Zimbabwe, Republik Demokratik Kongo, Argentina, Australia, dan Kanada.

Menurut beberapa perkiraan pada tahun 2025, tambang di bawah kendali China diperkirakan akan menghasilkan 705.000 ton lithium olahan.

Ketergantungan India pada impor dari China dan rantai pasokannya yang rapuh menimbulkan risiko bagi stabilitas aksesnya ke mineral penting.Di sinilah letak paradoksnya: agar India bergerak maju dalam mengamankan pasokan lithium, maka harus menavigasi hubungannya dengan China secara lebih efektif.

Kini ketika India melirik Afrika sebagai target mendapatkan amunisi lithium, perusahaan-perusahaan China sudah lama bergerak aktif di lapangan dengan mengakuisisi tambang Afrika dan mendirikan kilang pengolahan domestik.

India harus berkolaborasi dengan negara-negara yang berpikiran sama untuk menantang dominasi China. Bagaimanapun New Delhi harus bisa mengatasi 'tantangan China' dalam mengamankan akses ke sumber daya lithium Afrika.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Rekomendasi
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved