Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 07:26 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Uni Eropa Tarik Rem Darurat, Serukan Larangan Impor dari Ukraina

"Model kita sebelumnya sudah berakhir – kita mengatur secara berlebihan dan kurang berinvestasi. Dalam dua hingga tiga tahun yang akan datang, jika kita mengikuti agenda klasik kita, kita akan keluar dari pasar," ungkapnya.

Selainn itu Macron juga mengingatkan, bahwa Uni Eropa gagal untuk segera mereformasi peraturan, blok tersebut akan dipaksa untuk menerapkan rencana penyelamatan dalam waktu lima hingga sepuluh tahun, mendatang.

Lantaran itu, Macron meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk menekan aturan perdagangan global yang adil. Sejalan dengan itu, juga mendesak Brussels agar menyelesaikan paket aturan keuangan serikat perbankan, menurut Bloomberg.

Pernyataan Macron menggemakan peringatan yang diterbitkan dalam laporan "daya saing ekonomi" Mario Draghi bulan lalu. Mantan presiden Bank Sentral Eropa dan perdana menteri Italia itu mengatakan, Uni Eropa membutuhkan investasi tahunan sebesar USD890 miliar, yang merupakan sekitar 4,5% dari PDB seluruh blok UE, untuk bisa mengimbangi AS dan China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Rekomendasi
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Lionel Messi Absen Latihan...
Lionel Messi Absen Latihan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
Berita Terkini
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved