Ekonom Sebut Ulah Gila AS Bakal Hancurkan Kepercayaan pada Dolar

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 18:05 WIB
loading...
Ekonom Sebut Ulah Gila...
Ekonom yang juga sebagai analis kebijakan publik asal Amerika, Jeffrey Sachs menekankan, pemerintah AS menggunakan dolar senjata daripada menjadikannya sebagai alat tukar atau penyimpan nilai. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Amerika Serikat atau AS diminta berhenti menggunakan dolar AS (USD) sebagai senjata, lantaran bisa menjadi bumerang karena jatuhnya kepercayaan terhadap mata uang utama tersebut. Ekonom yang juga sebagai analis kebijakan publik asal Amerika, Jeffrey Sachs menekankan, pemerintah AS menggunakan dolar senjata daripada menjadikannya sebagai alat tukar atau penyimpan nilai.

Pernyataa tersebut dilontarkan Sachs dalam videonya secara streaming saat pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS. Para pejabat keuangan anggota BRICS bertemu di Moskow, untuk membahas peningkatan sistem moneter dan keuangan internasional menjelang KTT BRICS 2024 di Kazan akhir bulan ini.

Baca Juga: Walau Masuk BRICS, Ini Alasan India Enggan Campakkan Dolar AS

Menurut ekonom, pemakaian dolar sebagai senjata seiring dengan penyitaan aset Rusia yang dibekukan. Sachs juga menyebutkan, bahwa pemerintah AS juga melakukan pembekuan atas dana Iran, Venezuela, Afghanistan dan negara lainnya.

Sebagai informasi, AS dan sekutunya telah membekukan aset bank sentral Rusia sekitar USD300 miliar, dimana dana senilai USD5 miliar berada di antara bank-bank Amerika. Sanksi Barat tersebut diklaim sebagai bagian dari respons terhadap invasi Rusia di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Rekomendasi
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved