alexametrics

Tarif Impor 859 Produk Dipangkas China Mulai 1 Januari 2020

loading...
Tarif Impor 859 Produk Dipangkas China Mulai 1 Januari 2020
China akan memangkas tarif impor untuk ratusan produk mulai awal tahun depan, di antaranya produk daging babi hingga sparepart teknologi. Foto/Dok
A+ A-
BEIJING - China akan memangkas tarif impor untuk produk daging babi dan sparepart teknologi mulai tahun depan, sebagai upaya untuk menghapus hambatan perdagangan. Dengan harapan dapat mendongkrak perekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China-, di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.

Dilansir BBC, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pihak berwenang China mengungkapkan bahwa tarif impor pada 859 produk akan dikurangi mulai per 1 Januari 2020, mendatang. Sebelumnya ekonomi terbesar kedua dunia itu dikenal kerap menerapkan tarif bea impor tinggi untuk melindungi industri lokal.

China sendiri seperti diketahui tengah berjuang menghadapi perang dagang berkepanjangan versus Amerika Serikat (AS) serta beragam tantangan domestik. Departemen Keuangan China mengungkapkan, perubahan tarif dilakukan untuk "meningkatkan impor produk untuk memenuhi kekurangan dari domestik, khususnya barang untuk konsumsi sehari-hari,".



Hal itu termasuk di antaranya daging babi beku, dimana tarif bea impornya akan diturunkan hingga 8% dari 12% ketika beberapa negara seperti China tengah menghadapi wabah demam babi Afrika. Dimana penyakit mematikan tersebut telah mengurangi populasi babi di China hampir setengahnya dan menjadi pukulan berat bagi industri tersebut.

Beijing saat ini terus berjuang untuk mengisi celah pasokan besar dari daging babi yang sangat populer di sana, serta untuk menekan harga agar tidak meningkat. Selanjutnya penurunan tarif bea impor juga akan ditunjukkan untuk komoditas buah seperti alpukat dan beberapa produk kayu serta kertas.

Ditambah China juga bakal menghapus tarif impor untuk obat-obatan asma serta diabetes tertentu, dan beberapa semikonduktor. Tarif yang lebih rendah tentunya akan menguntungkan bagi mitra perdagangan China di antaranya Selandia Baru, Peru, Singapura dan Pakistan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak