Gelar Munasus, HAEI Siap Jadi Asosiasi Profesi Terakreditasi
Selasa, 26 November 2024 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Sutowo menambahkan, HAEI juga melakukan upaya lain seperti penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Program Studi Program Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2023. Sebanyak 40 anggota HAEI mengikuti Program Studi Program Profesi Insinyur UGM dan pada tahun 2023 dan sebanyak 33 anggota pada 2024.
Baca Juga: Bangun IKN, Badan Otorita Cari Utangan ke Asian Development Bank
Kemudian, MoU dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Pada 2023, sebanyak 22 anggota HAE mengikuti Program Studi Program Profesi Insinyur di UMI dan 17 anggota pada tahun 2024. Selain itu, HAEI juga melakukan MoU dengan ISTN untuk mengikuti program studi S2 di semester ganjil 2024. Program studi S2 ISTN ini diikuti oleh 22 mahasiswa praktisi pada konsultan perancang mechanical, electrical and plumbing (MEP) yang merupakan anggota HAEI. Dari 22 mahasiswa tersebut, 17 orang mengambil program pascasarjana (S2) Teknik Elektro dan 5 orang S2 Teknik Mesin ISTN. "Harapan kami agar terus bertambah jumlah tenaga ahli bidang MEP di Konsultan Perencana MEP," ujar Sutowo.
Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyambut baik tema seminar HAEI yang dinilainya penting dan relevan dengan kebutuhan bangunan gedung yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Diana berharap agar HAEI berkolaborasi dan sinergi dalam memastikan penerapan regulasi untuk keselamatan kelistrikan pada bangunan gedung. "Instalasi listrik merupakan aspek krusial dalam bangunan. Jika tidak sesuai standar, berisiko memicu kebakaran akibat korsleting," ujar Diana.
Terkait dengan PP No. 14/2021, Diana mengakui bahwa regulasi tersebut perlu diperbaiki. "Izin beri tugas kepada saya untuk memperbaiki (regulasi) karena bangunan bukan hanya arsitek dan sipil saja, tetapi MEP penting, orang-orangnya juga penting. Keselamatan instalasi listrik bangunan tidak lepas dari standar kelistrikan yang jelas, terukur, harus ada sertifikasi," tuturnya.
Baca Juga: Bangun IKN, Badan Otorita Cari Utangan ke Asian Development Bank
Kemudian, MoU dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Pada 2023, sebanyak 22 anggota HAE mengikuti Program Studi Program Profesi Insinyur di UMI dan 17 anggota pada tahun 2024. Selain itu, HAEI juga melakukan MoU dengan ISTN untuk mengikuti program studi S2 di semester ganjil 2024. Program studi S2 ISTN ini diikuti oleh 22 mahasiswa praktisi pada konsultan perancang mechanical, electrical and plumbing (MEP) yang merupakan anggota HAEI. Dari 22 mahasiswa tersebut, 17 orang mengambil program pascasarjana (S2) Teknik Elektro dan 5 orang S2 Teknik Mesin ISTN. "Harapan kami agar terus bertambah jumlah tenaga ahli bidang MEP di Konsultan Perencana MEP," ujar Sutowo.
Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyambut baik tema seminar HAEI yang dinilainya penting dan relevan dengan kebutuhan bangunan gedung yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Diana berharap agar HAEI berkolaborasi dan sinergi dalam memastikan penerapan regulasi untuk keselamatan kelistrikan pada bangunan gedung. "Instalasi listrik merupakan aspek krusial dalam bangunan. Jika tidak sesuai standar, berisiko memicu kebakaran akibat korsleting," ujar Diana.
Terkait dengan PP No. 14/2021, Diana mengakui bahwa regulasi tersebut perlu diperbaiki. "Izin beri tugas kepada saya untuk memperbaiki (regulasi) karena bangunan bukan hanya arsitek dan sipil saja, tetapi MEP penting, orang-orangnya juga penting. Keselamatan instalasi listrik bangunan tidak lepas dari standar kelistrikan yang jelas, terukur, harus ada sertifikasi," tuturnya.
(fjo)
Lihat Juga :