alexametrics

BKPM Kawal Investasi Korsel Bangun PLTA Maung 230 MW

loading...
BKPM Kawal Investasi Korsel Bangun PLTA Maung 230 MW
BKPM akan mengawal realisasi proyek PLTA Maung senilai USD650 juta. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali mengeksekusi investasi besar, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maung. Proyek ini melibatkan perusahaan Korea Selatan (Korsel), Korea Southern Power Co.Ltd (KOSPO) bekerja sama dengan PT Indonesia Power (IP) dan PT Nindya Karya (Persero).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan-perusahaan tersebut, studi dan pengembangan PLTA Maung di Banjarnegara, Jawa Tengah, akan segera dimulai. Rencananya, pembangunan PLTA Maung akan memakan waktu kurang lebih empat tahun dengan nilai investasi sebesar USD650 juta.

"Rencananya pembangunan bendungan oleh PT Nindya Karya akan memakan waktu kurang lebih dua tahun yang dilanjutkan dengan pembangunan oleh PT Indonesia Power," ujar Bahlil di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).



Dia melanjutkan, MoU ini merupakan tindak lanjut kunjungan kerja BKPM ke Korea Selatan bulan lalu. Bahlil berpesan, jika proyek ini menemui kendala dalam realisasinya, dia berharap pelaksana segera melaporkan ke dirinya agar bisa cepat dituntaskan.

Sebagai informasi, PLTA Maung akan menghasilkan listrik sebesar 230 megawatt (MW) dan akan memenuhi kebutuhan bauran listrik energi baru dan terbarukan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2018-2027 sebesar 23%.

Selain itu, PLTA ini juga bertujuan untuk mengurangi sedimentasi di Waduk Mrica. Waduk Mrica sendiri merupakan bendungan dari Sungai Serayu dan saat ini sudah memiliki PLTA Panglima Besar Soedirman dengan kapasitas terpasang 180 MW.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak