Di Tengah Pandemi, Ekspansi Swasta di Sektor Pangan Sangat Penting
Senin, 31 Agustus 2020 - 21:57 WIB
loading...
Reiner Rahardja (berbaju Batik) tengah bersama para petani. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Demi menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional serta menggeliatkan perekonomian rakyat kecil, khususnya petani, PT Reitech Diversifikasi Agro melakukan ekspansi lahan pertanian jagung dengan target 2.500 hekatre.
Ekspansi itu melibatkan petani lokal dan masyarakat yang terdampak Covid-19. Dari ekspansi 2.500 hektar yang ditarget, sudah terealisasi seluas 300 hektare dalam sebulan terakhir. ( Baca juga:Bangkitkan Optimisme di Saat Pandemi, Indodax Kembali Gelar Festival Film Pendek )
“Karena di Indonesia, hanya sektor industri pertanian yang mampu tumbuh secara signifikan, sesuai data Kemenkeu sebesar 16,4% walaupun kondisi pertumbuhan minus 5,3% pada kuartal kedua. Langkah ini perlu dilakukan swasta sebagai bagian penting dari upaya memulihkan ekonomi nasional,” kata Reiner Rahardja, CEO PT Reitech Diversifikasi Agro, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (31/8/2020).
Ia menambahkan dengan adanya wabah Covid-19 ini, banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Karena itu, pihaknya melibatkan petani secara massif, dan pekerja non-pertanian bisa beralih profesi ke pertanian demi meningkatkan taraf hidup.
“Tiga kunci ketahanan pangan, yakni pertanian, peternakan, dan perikanan. Jika ketiganya digeluti dengan serius, maka akan membuat Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Langkah PT Reitech Diversifikasi Agro yang memperluas garapan lahannya bersama petani lokal di Subang dan Indramayu bukan tanpa alasan. Banyak pengusaha peternakan sapi yang membutuhkan pakan dari jagung silase agar dapat meningatkan kualitas dan kuantitas susu dari sapi perah dan kualitas sapi pedaging.
"Market ini kami garap secara serius untuk gerakan pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Ekspansi itu melibatkan petani lokal dan masyarakat yang terdampak Covid-19. Dari ekspansi 2.500 hektar yang ditarget, sudah terealisasi seluas 300 hektare dalam sebulan terakhir. ( Baca juga:Bangkitkan Optimisme di Saat Pandemi, Indodax Kembali Gelar Festival Film Pendek )
“Karena di Indonesia, hanya sektor industri pertanian yang mampu tumbuh secara signifikan, sesuai data Kemenkeu sebesar 16,4% walaupun kondisi pertumbuhan minus 5,3% pada kuartal kedua. Langkah ini perlu dilakukan swasta sebagai bagian penting dari upaya memulihkan ekonomi nasional,” kata Reiner Rahardja, CEO PT Reitech Diversifikasi Agro, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (31/8/2020).
Ia menambahkan dengan adanya wabah Covid-19 ini, banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Karena itu, pihaknya melibatkan petani secara massif, dan pekerja non-pertanian bisa beralih profesi ke pertanian demi meningkatkan taraf hidup.
“Tiga kunci ketahanan pangan, yakni pertanian, peternakan, dan perikanan. Jika ketiganya digeluti dengan serius, maka akan membuat Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Langkah PT Reitech Diversifikasi Agro yang memperluas garapan lahannya bersama petani lokal di Subang dan Indramayu bukan tanpa alasan. Banyak pengusaha peternakan sapi yang membutuhkan pakan dari jagung silase agar dapat meningatkan kualitas dan kuantitas susu dari sapi perah dan kualitas sapi pedaging.
"Market ini kami garap secara serius untuk gerakan pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Lihat Juga :