Antusiasme Memuncak! 500 Peserta Manfaatkan Peluang Emas di Bisnis Laundry
Kamis, 12 Desember 2024 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang juga tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) periode 2023-2027 ini mengatakan, pihaknya menargetkan para calon pengusaha laundry, pengusaha laundry, dan para investor bisnis laundry mampu menyiapkan diri menghadapi perkembangan bisnis pada tahun 2025.
Dalam kesempatan sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman ikut mengapresiasi penyelenggaraan Laundry Innovation Summit 2024. Menurutnya, Laundry Innovation Summit 2024 bisa menjadi wadah bagi pengusaha dan calon pengusaha laundry untuk berjejaring dan meningkatkan pengetahuan berbisnis.
"Event-event seperti ini seharusnya juga terjadi di sektor-sektor lainnya dan bisa jadi contoh. Bisnis itu, pasti ada naik turun dong ya. Kenapa akhir tahun, saya sangat setuju pengetahuan perlu di-charge. Jadi di Laundry Innovation Summit bisa jadi persiapan menghadapi 2025 ke depan, seperti apa bisnisnya?" kata Bagus
Bagus mengatakan, bisnis laundry sudah berjalan cukup lama di Indonesia. Bisnis laundry juga dinilai bisa menyerap tenaga kerja."Tadi disebutkan bahwa Apique Grup ada 700 anggota atau bahkan dari seluruh pengusaha laundry itu bisa menciptakan lapangan pekerja 150.000 orang. Jadi 3-5 orang dikalikan 30.000 laundry di seluruh Indonesia," sambung Bagus.
Rangkaian agenda LIS 2024 diisi oleh seminar dan interaksi langsung dengan enam CEO di bidangnya masing-masing. Mereka adalah CEO of Top Coach Indonesia, Tom Mc Ifle; Founder & Presiden Human Plus Institute, Armala; CEO of Start Your Content Academy, Victoria Wong; CEO of KasiSolusi, Deryansha Azhary; Founder of Yahya & Yahya, Helmy Yahya; dan Founder & CEO of Apique Group, Apik Primadya.
Sebagai keynote speaker di puncak acara, dalam materinya “Scalling Up Your Business” Helmy Yahya, Founder Yahya & Yahya membakar semangat laundrypreneur peserta LIS 2024 dengan memaparkan bahwa populasi negara kita terus meningkat yang didominasi oleh Gen Milenial dan Gen Z, di mana gaya hidup mereka menuntut pada kecepatan, kepraktisan, dan ingin yang serba mudah karena semakin mager (malas gerak).
Dalam kesempatan sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman ikut mengapresiasi penyelenggaraan Laundry Innovation Summit 2024. Menurutnya, Laundry Innovation Summit 2024 bisa menjadi wadah bagi pengusaha dan calon pengusaha laundry untuk berjejaring dan meningkatkan pengetahuan berbisnis.
"Event-event seperti ini seharusnya juga terjadi di sektor-sektor lainnya dan bisa jadi contoh. Bisnis itu, pasti ada naik turun dong ya. Kenapa akhir tahun, saya sangat setuju pengetahuan perlu di-charge. Jadi di Laundry Innovation Summit bisa jadi persiapan menghadapi 2025 ke depan, seperti apa bisnisnya?" kata Bagus
Bagus mengatakan, bisnis laundry sudah berjalan cukup lama di Indonesia. Bisnis laundry juga dinilai bisa menyerap tenaga kerja."Tadi disebutkan bahwa Apique Grup ada 700 anggota atau bahkan dari seluruh pengusaha laundry itu bisa menciptakan lapangan pekerja 150.000 orang. Jadi 3-5 orang dikalikan 30.000 laundry di seluruh Indonesia," sambung Bagus.
Rangkaian agenda LIS 2024 diisi oleh seminar dan interaksi langsung dengan enam CEO di bidangnya masing-masing. Mereka adalah CEO of Top Coach Indonesia, Tom Mc Ifle; Founder & Presiden Human Plus Institute, Armala; CEO of Start Your Content Academy, Victoria Wong; CEO of KasiSolusi, Deryansha Azhary; Founder of Yahya & Yahya, Helmy Yahya; dan Founder & CEO of Apique Group, Apik Primadya.
Sebagai keynote speaker di puncak acara, dalam materinya “Scalling Up Your Business” Helmy Yahya, Founder Yahya & Yahya membakar semangat laundrypreneur peserta LIS 2024 dengan memaparkan bahwa populasi negara kita terus meningkat yang didominasi oleh Gen Milenial dan Gen Z, di mana gaya hidup mereka menuntut pada kecepatan, kepraktisan, dan ingin yang serba mudah karena semakin mager (malas gerak).
Lihat Juga :