Rawan Miskin, Segini Penghasilan Rata-rata Kelas Menengah Indonesia

Senin, 30 Desember 2024 - 14:53 WIB
loading...
Rawan Miskin, Segini...
Kelas menengah yang terus menurun memunculkan kekhawatiran terkait daya tahan kelompok ini terhadap guncangan ekonomi. Pekerja saat jam pulang kantor berjalan di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Selasa (21/11/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kelas menengah memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, kelas menengah terus menurun memunculkan kekhawatiran terkait daya tahan kelompok ini terhadap guncangan ekonomi.

Menurut data terbaru dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diolah oleh Bank Mandiri, jumlah penduduk kelas menengah Indonesia pada tahun 2024 tercatat 47,85 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 48,27 juta jiwa. Lebih lanjut, jika melihat data dari tahun 2019 hingga 2024, jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan signifikan, dari 57,33 juta jiwa pada 2019.

Baca Juga: Ujian Kelas Menengah Kian Berat, Berikut Peristiwa Penting Ekonomi Sepanjang 2024

Turunnya jumlah kelas menengah sejalan dengan penurunan proporsi kelas menengah dalam struktur penduduk Indonesia, yang pada 2023 hanya mencapai 17,44 persen jauh lebih rendah dibandingkan dengan 2019 yang mencatatkan 21,45 persen. Hal ini menunjukkan ketidakpastian ekonomi global dan demestin mempengaruhi daya tahan kelompok ini.

Menurut klasifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat penghasilan kelas menengah Indonesia pada tahun 2024 berkisar antara Rp2.040.262 hingga Rp9.909.844 per kapita per bulan. Sementara, rata-rata pengeluaran per kapita kelas menengah Indonesia pada tahun yang sama tercatat sekitar Rp3,35 juta per bulan, meningkat 142 persen dibandingkan dengan angka pada tahun 2019 yang hanya sebesar Rp2,36 juta per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Rekomendasi
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved