3 Alasan Tarif Trump Bukan Satu-satunya Masalah Ekonomi China
Minggu, 19 Januari 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Tahun lalu, China juga menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia. Akan tetapi gambaran ekonomi makin suram saat ini, ketika ketidakpastian atas tarif dan ketidakpastian geopolitik bisa mempengaruhi selera bisnis asing untuk ekspansi ke China.
Stephanie Leung dari platform manajemen kekayaan StashAway menerangkan, ini bukan tentang investasi asing atau domestik - ini adalah bahwa bisnis tidak melihat masa depan yang cerah. "Mereka ingin melihat sekelompok investor yang lebih beragam masuk," jelasnya.
Untuk semua alasan ini, para ahli percaya langkah-langkah untuk mendukung ekonomi hanya akan mengurangi sebagian dampak dari potensi tarif baru AS. Beijing harus melakukan langkah-langkah besar dan berani atau menerima bahwa ekonomi tidak akan tumbuh begitu cepat, tulis Kepala Ekonom China Goldman Sachs Hui Shan dalam sebuah laporan baru-baru ini.
Ia menambahkan: "Kami mengharapkan mereka untuk memilih yang pertama."
"China perlu menstabilkan pasar properti dan menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk memastikan stabilitas sosial," kata Ding dari Standard Chartered Bank.
Baca Juga: Penjualan Properti China Babak Belur, Investasi Anjlok 10,6% di 2024
Menurut peneliti China Dissent Monitor, ada lebih dari 900 protes di China antara Juni dan September 2024 yang dipimpin oleh pekerja dan pemilik properti. Angka itu 27% lebih banyak dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Stephanie Leung dari platform manajemen kekayaan StashAway menerangkan, ini bukan tentang investasi asing atau domestik - ini adalah bahwa bisnis tidak melihat masa depan yang cerah. "Mereka ingin melihat sekelompok investor yang lebih beragam masuk," jelasnya.
Untuk semua alasan ini, para ahli percaya langkah-langkah untuk mendukung ekonomi hanya akan mengurangi sebagian dampak dari potensi tarif baru AS. Beijing harus melakukan langkah-langkah besar dan berani atau menerima bahwa ekonomi tidak akan tumbuh begitu cepat, tulis Kepala Ekonom China Goldman Sachs Hui Shan dalam sebuah laporan baru-baru ini.
Ia menambahkan: "Kami mengharapkan mereka untuk memilih yang pertama."
"China perlu menstabilkan pasar properti dan menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk memastikan stabilitas sosial," kata Ding dari Standard Chartered Bank.
Baca Juga: Penjualan Properti China Babak Belur, Investasi Anjlok 10,6% di 2024
Menurut peneliti China Dissent Monitor, ada lebih dari 900 protes di China antara Juni dan September 2024 yang dipimpin oleh pekerja dan pemilik properti. Angka itu 27% lebih banyak dari periode yang sama tahun sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :