PHK Raksasa Minyak Terus Berlanjut, Chevron Bakal Pecat 8.000 Karyawan

Kamis, 13 Februari 2025 - 11:43 WIB
loading...
PHK Raksasa Minyak Terus...
SPBU Chevron terlihat di Austin, Texas, AS, 23 Oktober 2023. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Chevron bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) 15-20% tenaga kerja global hingga akhir 2026. Langkah tersebut sebagai upaya efisiensi untuk menyederhanakan bisnis dan melakukan akuisisi besar-besaran.

Produsen minyak nomor dua AS ini menghadapi tantangan produksi termasuk pembengkakan biaya dan penundaan proyek ladang minyak besar di Kazakhstan. Sementara, kesepakatan senilai USD53 miliar untuk mengakuisisi produsen minyak Hess dan mendapatkan pijakan di ladang minyak Guyana belum pasti karena perselisihan pengadilan dengan pesaingnya Exxon Mobil, yang lebih unggul mencapai rekor produksi di Guyana dan ladang minyak terbesar di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor

Chevron menargetkan pengurangan biaya USD3 miliar hingga tahun 2026 melalui pemanfaatan teknologi, penjualan aset, dan perubahan cara bekerja. Pada akhir 2023, Chevron mempekerjakan 40.212 orang di seluruh operasinya. PHK 20% dari total karyawan akan berjumlah sekitar 8.000 orang.

Margin yang lemah dalam produksi bensin dan solar juga merugikan pendapatan pada kuartal IV-2024 akibat bisnis kilang rugi untuk pertama kalinya sejak tahun 2020, sehingga meningkatkan tekanan berat terhadap CEO Mike Wirth.

"Chevron mengambil tindakan untuk menyederhanakan struktur organisasi kami, mengeksekusi lebih cepat dan lebih efektif, dan memposisikan perusahaan untuk daya saing jangka panjang yang lebih kuat," ujar Wakil CEO Chevron, Mark Nelson dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters, Kamis (13/2/2025).

"Kami tidak menganggap enteng tindakan ini dan akan mendukung karyawan kami melalui masa transisi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Infografis
5 Pabrik Bakal Ditutup,...
5 Pabrik Bakal Ditutup, Gelombang PHK Ancam Karyawan Kimia Farma
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved