Memperkuat Peran Informasi Geospasial untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
loading...
A
A
A
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Rakernas ISI 2025 juga menghadirkan Kementerian Pertanian yang menegaskan target pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2025. Program ini mencakup pencetakan 3 juta hektar sawah baru, revitalisasi sistem irigasi dengan pembangunan 61 bendungan, serta transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern yang melibatkan petani milenial dan Gen Z.
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian, Intan Rahayu menyoroti pentingnya informasi geospasial dalam mengidentifikasi lahan rawa dan sawah irigasi secara lebih akurat. Ia juga mengungkapkan, bahwa hingga saat ini, Kementerian Pertanian belum memiliki data penginderaan jauh (remote sensing) secara real-time, sehingga diperlukan kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis geospasial.
Dengan adanya program-program bernas dalam Rakernas ISI 2025, diharapkan peran surveyor dalam pembangunan Indonesia semakin diakui dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian, Intan Rahayu menyoroti pentingnya informasi geospasial dalam mengidentifikasi lahan rawa dan sawah irigasi secara lebih akurat. Ia juga mengungkapkan, bahwa hingga saat ini, Kementerian Pertanian belum memiliki data penginderaan jauh (remote sensing) secara real-time, sehingga diperlukan kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan sistem pemantauan berbasis geospasial.
Dengan adanya program-program bernas dalam Rakernas ISI 2025, diharapkan peran surveyor dalam pembangunan Indonesia semakin diakui dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :