BLT Karyawan Berpeluang Bersambung di 2021, Penerimanya Bakal Ditambah?
Kamis, 03 September 2020 - 18:21 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berencana akan melanjutkan program bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada tahun 2021. Meski begitu, keberlanjutan program ini akan terealisasi bila pelaksanaannya saat ini dinilai efektif dan mampu mendongkrak kinerja perekonomian nasional di semester II/2020.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, program subsidi upah memang dirancang dan dialokasikan anggarannya di tahun 2020, yang mana masuk dalam program baru Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Namun begitu, kemungkinan akan dilanjutkan pemerintah bila pelaksanaannya saat ini dinilai positif bagi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19. (Baca juga: Tak Bisa Pulang karena Pandemi, Warga Inggris dan Australia Jualan Sabu di Bali )
Keberlanjutan program tersebut juga akan didorong oleh dinamika ekonomi di tahun depan. Artinya, jika siklus pergerakan ekonomi di 2021 mengalami kenaikan positif pada awal semester I maka program tersebut kemungkinan tidak dilanjutkan, itu artinya program ini hanya akan bertahan hingga Desember tahun ini.
"Bagaimana untuk tahun 2021, tentu yang pertama bagaimana kita melihat efektivitas program ini untuk mendongkrak kepentingan nasional kita dan tentu saja kita akan melihat bagaimana kondisi perekonomian di tahun 2021. Saya kira pemerintah akan terus melakukan evaluasi," ujar Ida Fauziah saat dihubungi, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: BLT Karyawan Tahap II Cair untuk 1,9 Juta Rekening, Pemilik Norek Bank Swasta Juga Dapat Lho! )
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, program subsidi upah memang dirancang dan dialokasikan anggarannya di tahun 2020, yang mana masuk dalam program baru Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Namun begitu, kemungkinan akan dilanjutkan pemerintah bila pelaksanaannya saat ini dinilai positif bagi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19. (Baca juga: Tak Bisa Pulang karena Pandemi, Warga Inggris dan Australia Jualan Sabu di Bali )
Keberlanjutan program tersebut juga akan didorong oleh dinamika ekonomi di tahun depan. Artinya, jika siklus pergerakan ekonomi di 2021 mengalami kenaikan positif pada awal semester I maka program tersebut kemungkinan tidak dilanjutkan, itu artinya program ini hanya akan bertahan hingga Desember tahun ini.
"Bagaimana untuk tahun 2021, tentu yang pertama bagaimana kita melihat efektivitas program ini untuk mendongkrak kepentingan nasional kita dan tentu saja kita akan melihat bagaimana kondisi perekonomian di tahun 2021. Saya kira pemerintah akan terus melakukan evaluasi," ujar Ida Fauziah saat dihubungi, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: BLT Karyawan Tahap II Cair untuk 1,9 Juta Rekening, Pemilik Norek Bank Swasta Juga Dapat Lho! )
Lihat Juga :