Realisasi Penerimaan Bea Cukai Capai Rp52,6 Triliun
Rabu, 19 Maret 2025 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bea Cukai Tindak Komoditas Ilegal Sepanjang 2024, Potensi Kerugian Negara Capai Rp4,8 Triliun
Sementara itu, dalam menjalankan peran sebagai industrial assistance, Bea Cukai mencatat kegiatan ekonomi di kawasan berfasilitas hingga Februari 2025 masih tumbuh. Hal ini ditandai kenaikan pemanfaatan insentif, nilai ekspor, dan nilai impor perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
Insentif kepabeanan hingga Februari 2025 mencapai Rp5,8 triliun atau tumbuh 7,7 persen (yoy) dipengaruhi pertumbuhan insentif untuk fasilitas bea masuk kawasan berikat, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan KITE.
Dia berharap pengelolaan APBN semakin optimal, sehingga tetap menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan sosial. Selain itu, APBN diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian tantangan global dan domestik.
"Semoga hasil-hasil dan manfaat nyata dari APBN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus tetap akuntabel dan sehat posturnya," kata Budi.
Sementara itu, dalam menjalankan peran sebagai industrial assistance, Bea Cukai mencatat kegiatan ekonomi di kawasan berfasilitas hingga Februari 2025 masih tumbuh. Hal ini ditandai kenaikan pemanfaatan insentif, nilai ekspor, dan nilai impor perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
Insentif kepabeanan hingga Februari 2025 mencapai Rp5,8 triliun atau tumbuh 7,7 persen (yoy) dipengaruhi pertumbuhan insentif untuk fasilitas bea masuk kawasan berikat, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan KITE.
Dia berharap pengelolaan APBN semakin optimal, sehingga tetap menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan sosial. Selain itu, APBN diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian tantangan global dan domestik.
"Semoga hasil-hasil dan manfaat nyata dari APBN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus tetap akuntabel dan sehat posturnya," kata Budi.
(nng)
Lihat Juga :