Mantap! Diplomasi Sawit Wamendag Jerry Diapresiasi Komisi VI
Jum'at, 04 September 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
"Semua orang sebenarnya dirugikan dengan kampanye negatif sawit, termasuk konsumen di seluruh dunia. Oleh karena itu perlu ada counter wacana yang baik," ujarnya.
Menurut Jerry, Kemendag adalah kementerian yang memang sudah seharusnya menjadi pemimpin dalam kampanye dan diplomasi positif kelapa sawit. Ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kemendag yang memang diberikan tugas dalam pengembangan perdagangan, penyelesaian sengketa dan urusan teknis perdagangan lainnya. Konteks terbaru yang sedang dilakukan adalah dilakukannya gugatan atas diskriminasi sawit oleh Uni Eropa di WTO. Indonesia berhasil membawa gugatan ini ke panel yang rencananya akan dimulai Desember ini.
(Baca Juga: Anggota Dewan: Sawit Komoditas Strategis, Wajib Disyukuri) Ketika ditanya mengenai langkah apa yang sebaiknya dilakukan ke depan, Wamendag mengatakan bahwa pihaknya sedang menjalin komunikasi yang intensif dan berkoordinasi dengan kalangan dunia usaha dan kementerian terkait. Ia menargetkan terbentuknya kerangka institusi atau program bersama dimana semua stakeholder bisa berperan dalam perjuangan sawit ke depan.
"Jadi, kita sedang berusaha bersama-sama menyusun kerangka itu. Jadi ke depan, kita sudah punya sebuah pedoman dan job description masing-masing pihak dalam kampanye dan diplomasi sawit yang komprehensif ini. Dengan begitu kerja kita makin baik, komunikasi kita makin harmonis dan tidak ada lagi overlapping baik antar lembaga maupun antar pelaku usaha. Kalau itu bisa kita lakukan, pasti hasilnya juga akan lebih maksimal. Ditambah lagi ini sejalan dengan mekanisme gugatan kita di WTO," jelasnya.
Menurut Jerry, Kemendag adalah kementerian yang memang sudah seharusnya menjadi pemimpin dalam kampanye dan diplomasi positif kelapa sawit. Ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kemendag yang memang diberikan tugas dalam pengembangan perdagangan, penyelesaian sengketa dan urusan teknis perdagangan lainnya. Konteks terbaru yang sedang dilakukan adalah dilakukannya gugatan atas diskriminasi sawit oleh Uni Eropa di WTO. Indonesia berhasil membawa gugatan ini ke panel yang rencananya akan dimulai Desember ini.
(Baca Juga: Anggota Dewan: Sawit Komoditas Strategis, Wajib Disyukuri) Ketika ditanya mengenai langkah apa yang sebaiknya dilakukan ke depan, Wamendag mengatakan bahwa pihaknya sedang menjalin komunikasi yang intensif dan berkoordinasi dengan kalangan dunia usaha dan kementerian terkait. Ia menargetkan terbentuknya kerangka institusi atau program bersama dimana semua stakeholder bisa berperan dalam perjuangan sawit ke depan.
"Jadi, kita sedang berusaha bersama-sama menyusun kerangka itu. Jadi ke depan, kita sudah punya sebuah pedoman dan job description masing-masing pihak dalam kampanye dan diplomasi sawit yang komprehensif ini. Dengan begitu kerja kita makin baik, komunikasi kita makin harmonis dan tidak ada lagi overlapping baik antar lembaga maupun antar pelaku usaha. Kalau itu bisa kita lakukan, pasti hasilnya juga akan lebih maksimal. Ditambah lagi ini sejalan dengan mekanisme gugatan kita di WTO," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :