Mantap! Diplomasi Sawit Wamendag Jerry Diapresiasi Komisi VI
Jum'at, 04 September 2020 - 20:31 WIB
loading...
Diplomasi dan kampanye positif sawit oleh Wamendag Jerry Sambuaga dinilai mampu menggerus kampanye negatif di dunia internasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi diskriminasi kelapa sawit oleh Uni Eropa diperlukan langkah-langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Langkah tersebut harus melibatkan aspek kampanye, penelitian, sosialisasi, lobi dan diplomasi.
Hal itu disampaikan anggota Komisi VI Lamhot Sinaga dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pertengahan pekan ini. Langkah-langkah komprehensif tersebut menurutnya makin intensif dilakukan oleh Wamendag Jerry Sambuaga. Itulah sebabnya anggota Komisi VI ini mengapresiasi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.
"Dalam pantauan kami, Wamendag sudah mengupayakan langkah-langkah yang diperlukan agar wacana kelapa sawit tidak hanya didominasi oleh Uni Eropa yang kontra saja tetapi juga kita mampu berperan dalam kampanye bahwa banyak keunggulan dan sisi positif kelapa sawit. Kami apresiasi Wamen Jerry Sambuaga karena menurut kami sawit adalah komoditas strategis untuk Indonesia," kata Lamhot Sinaga dalam keterangannya, Jumat (4/9/2020).
(Baca Juga: Atasi Diskriminasi Sawit, Wamendag Intensifkan Diplomasi dan Kampanye)
Menanggapi apresiasi tersebut, Jerry mengatakan bahwa upaya-upaya inovasi dan improvisasi dalam kampanye dan diplomasi sawit adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan sawit secara keseluruhan. Pemerintah melakukan segala upaya agar sawit memberikan dampak positif yang maksimal bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia.
"Pembangunan sawit ini multisektor. Ada kementerian dan lembaga yang berkontribusi memperbaiki tata kelola perkebunan dan aspek pengembangan. Kami berfokus pada aspek perdagangannya. Nah secara lintas kementerian kami terkoordinasi dalam arahan presiden dan menko. Sementara untuk internal saya ikut dalam arahan dan koordinasi mendag. Semua itu agar hasilnya baik buat semua. Bukan hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan ekologisnya," tutur Jerry.
Menurut Wamendag, kekuatan kampanye sawit Indonesia harus tercermin dalam wacana publik baik di dalam maupun di luar negeri. Kampanye negatif kelapa sawit merugikan banyak pihak di Indonesia, bahkan juga konsumen itu sendiri yang akhirnya harus memilih produk pengganti yang tidak lebih murah dan tidak lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu perlu upaya bukan hanya mengimbangi kampanye negatif sawit tersebut tetapi juga mengatasinya.
Hal itu disampaikan anggota Komisi VI Lamhot Sinaga dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pertengahan pekan ini. Langkah-langkah komprehensif tersebut menurutnya makin intensif dilakukan oleh Wamendag Jerry Sambuaga. Itulah sebabnya anggota Komisi VI ini mengapresiasi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.
"Dalam pantauan kami, Wamendag sudah mengupayakan langkah-langkah yang diperlukan agar wacana kelapa sawit tidak hanya didominasi oleh Uni Eropa yang kontra saja tetapi juga kita mampu berperan dalam kampanye bahwa banyak keunggulan dan sisi positif kelapa sawit. Kami apresiasi Wamen Jerry Sambuaga karena menurut kami sawit adalah komoditas strategis untuk Indonesia," kata Lamhot Sinaga dalam keterangannya, Jumat (4/9/2020).
(Baca Juga: Atasi Diskriminasi Sawit, Wamendag Intensifkan Diplomasi dan Kampanye)
Menanggapi apresiasi tersebut, Jerry mengatakan bahwa upaya-upaya inovasi dan improvisasi dalam kampanye dan diplomasi sawit adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan sawit secara keseluruhan. Pemerintah melakukan segala upaya agar sawit memberikan dampak positif yang maksimal bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia.
"Pembangunan sawit ini multisektor. Ada kementerian dan lembaga yang berkontribusi memperbaiki tata kelola perkebunan dan aspek pengembangan. Kami berfokus pada aspek perdagangannya. Nah secara lintas kementerian kami terkoordinasi dalam arahan presiden dan menko. Sementara untuk internal saya ikut dalam arahan dan koordinasi mendag. Semua itu agar hasilnya baik buat semua. Bukan hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan ekologisnya," tutur Jerry.
Menurut Wamendag, kekuatan kampanye sawit Indonesia harus tercermin dalam wacana publik baik di dalam maupun di luar negeri. Kampanye negatif kelapa sawit merugikan banyak pihak di Indonesia, bahkan juga konsumen itu sendiri yang akhirnya harus memilih produk pengganti yang tidak lebih murah dan tidak lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu perlu upaya bukan hanya mengimbangi kampanye negatif sawit tersebut tetapi juga mengatasinya.
Lihat Juga :