Jagat Hiburan Terkoyak Pandemi
Sabtu, 05 September 2020 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
#2. Social Distance Cinema; The Comeback of The Drive-In Theatre
Seiring pelonggaran PSBB nanti, menghadapi era new normal, bioskop harus menyiapkan protokol kesehatan di bioskop dengan menerapkan pembatasan jarak antar penonton sehingga kapasitas kursi di bioskop akan dikurangi.
Sementara itu, drive-in theater yang pernah boomingbeberapa dekade lalu bisa jadi solusi alternatif sementara untuk menyelamatkan industri film. Bioskop drive-in merupakan cara menonton bioskop dari dalam mobil masing-masing dengan menyambungkan suara film yang ditonton ke dalam mobil masing-masing. (Baca juga: Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut mediterania)
Sekarang, pandemi virus corona kembali membawa tren bioskop drive-in untuk menjawab masalah dari industri film. Indonesia mulai merencanakan untuk membuat bioskop drive-in yang akan diselenggarakan oleh Ergo and Co. Meskipun belum terealisasi hingga sekarang, namun bioskop drive-in sudah dilakukan oleh Meikarta walaupun masih terkendala perizinan hak siar dari produser film.
#3. Virtual Concert
Industri pertunjukan, khususnya konser musik merupakan industri yang paling keras dihantam oleh wabah Covid-19. Pada masa pandemi ini, sementara tidak ada lagi konser musik massal di stadion atau concert hall dengan ribuan pengunjung. Banyak konser harus dibatalkan akibat pemberlakuan PSBB dan para penyelenggara mengalami kerugian.
Perubahan perilaku ini terjadi karena masyarakat akan melakukan self distancing dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang melibatkan kerumunan massa. Pascawabah Covid-19, digital experience dalam bentuk virtual concert bakal menjadi kenormalan baru di industri musik. Masyarakat lebih memilih menonton konser secara virtual ketimbang fisik karena alasan keamanan. Dengan pengalaman yang berbeda, setelah wabah usai virtual concert akan menjadi kenormalan baru di industri entertainment. (Baca juga: Jeli, Cara Selebriti Manfaatkan TikTok untuk Publikasi)
Seiring pelonggaran PSBB nanti, menghadapi era new normal, bioskop harus menyiapkan protokol kesehatan di bioskop dengan menerapkan pembatasan jarak antar penonton sehingga kapasitas kursi di bioskop akan dikurangi.
Sementara itu, drive-in theater yang pernah boomingbeberapa dekade lalu bisa jadi solusi alternatif sementara untuk menyelamatkan industri film. Bioskop drive-in merupakan cara menonton bioskop dari dalam mobil masing-masing dengan menyambungkan suara film yang ditonton ke dalam mobil masing-masing. (Baca juga: Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut mediterania)
Sekarang, pandemi virus corona kembali membawa tren bioskop drive-in untuk menjawab masalah dari industri film. Indonesia mulai merencanakan untuk membuat bioskop drive-in yang akan diselenggarakan oleh Ergo and Co. Meskipun belum terealisasi hingga sekarang, namun bioskop drive-in sudah dilakukan oleh Meikarta walaupun masih terkendala perizinan hak siar dari produser film.
#3. Virtual Concert
Industri pertunjukan, khususnya konser musik merupakan industri yang paling keras dihantam oleh wabah Covid-19. Pada masa pandemi ini, sementara tidak ada lagi konser musik massal di stadion atau concert hall dengan ribuan pengunjung. Banyak konser harus dibatalkan akibat pemberlakuan PSBB dan para penyelenggara mengalami kerugian.
Perubahan perilaku ini terjadi karena masyarakat akan melakukan self distancing dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang melibatkan kerumunan massa. Pascawabah Covid-19, digital experience dalam bentuk virtual concert bakal menjadi kenormalan baru di industri musik. Masyarakat lebih memilih menonton konser secara virtual ketimbang fisik karena alasan keamanan. Dengan pengalaman yang berbeda, setelah wabah usai virtual concert akan menjadi kenormalan baru di industri entertainment. (Baca juga: Jeli, Cara Selebriti Manfaatkan TikTok untuk Publikasi)
Lihat Juga :