5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia

Kamis, 17 April 2025 - 12:18 WIB
loading...
A A A
Australia menguasai cadangan tanah jarang terbesar keempat di dunia, yaitu sebesar 5,7 juta metrik ton. Negara ini juga mendapatkan label sebagai negara dengan pertambangan tanah jarang terbesar keempat yang mampu produksi 13.000 MT. Tanah jarang baru ditambang di Australia sejak 2007, tetapi diperkirakan ekstraksinya akan meningkat ke depannya.

Lynas Rare Earths mengoperasikan tambang dan pabrik konsentrasi Mount Weld di negara ini serta fasilitas penyulingan dan pengolahan tanah jarang di Malaysia. Perusahaan ini dianggap sebagai pemasok tanah jarang non-China terbesar di dunia.

Perluasan pabrik Mt Weld dijadwalkan selesai pada tahun 2025, menurut Mining Database Online (MDO). MDO juga melaporkan bahwa fasilitas pengolahan tanah jarang baru perusahaan di Kalgoorlie mulai berproduksi pada pertengahan 2024, memproduksi pakan karbonat tanah jarang campuran untuk pabrik Lynas di Malaysia.

Tambang tanah jarang Yangibana dari Hastings Technology Metals siap digarap, dan perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian offtake dengan Baotou Sky Rock untuk konsentrat yang diproduksi di tambang. Hastings memperkirakan operasi tersebut dapat menghasilkan hingga 37.000 MT konsentrat tanah jarang setiap tahun dan mengirimkan konsentrat pertama pada Q4 2026.

5. Rusia

Cadangan tanah jarang: 3,8 juta metrik ton

Pada tahun 2024, cadangan tanah jarang Rusia berjumlah 3,8 juta metrik ton. Cadangan negara turun secara signifikan dari 10 juta MT tahun sebelumnya berdasarkan data dari laporan perusahaan dan pemerintah. Rusia memproduksi 2.500 MT tanah jarang pada tahun 2024, setara dengan tahun sebelumnya.

Pemerintah Rusia berbagi rencana pada tahun 2020, yang menginvestasikan USD1,5 miliar agar bisa bersaing dengan China di pasar tanah jarang. Baca Juga: Trump Incar Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Sebagai Ganti Dukungan AS

Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan beberapa gangguan pada rantai pasokan tanah jarang di AS dan Eropa, dan ada tanda-tanda pemerintah harus membekukan rencana pengembangan sektor tanah jarang domestiknya saat terperosok dalam perang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Rekomendasi
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved