5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia

Kamis, 17 April 2025 - 12:18 WIB
loading...
A A A
China dan AS telah bergelut dalam perang dagang atas tanah jarang karena masing-masing negara bertarung tentang siapa yang akan mendominasi sektor kendaraan listrik dan teknologi global. Membidik AS, China melarang ekspor teknologi untuk membuat magnet tanah jarang pada Desember 2023 yang kemudian kembali terjadi di awal 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, China mulai mengimpor lebih banyak tanah jarang berat dari Myanmar, di mana Survei Geologi AS tidak memiliki data cadangan tanah jarang di negara tersebut.

Sementara China memiliki peraturan lingkungan yang lebih ketat. Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Myanmar, ketika pegunungan di sepanjang perbatasannya dengan China telah rusak parah oleh aksi penambangan tanah jarang.

2. Brasil

Cadangan tanah jarang: 21 juta metrik ton

Brasil memegang cadangan tanah jarang terbesar kedua di dunia, yakni sebesar 21 juta metrik ton. Meskipun negara ini bukan produsen utama tanah jarang pada tahun 2024, namun hal itu akan segera berubah.

Perusahaan tanah jarang Serra Verde memulai produksi komersial Fase 1 dari deposit tanah jarang Pela Ema di negara bagian Goiás pada akhir tahun 2024. Pada tahun 2026, penambang memperkirakan dapat memproduksi 5.000 MT oksida tanah jarang setiap tahun.

Pela Ema adalah, salah satu endapan tanah liat ionik terbesar di dunia, yang akan menghasilkan empat elemen tanah jarang magnet kritis: neodymium, praseodymium, terbium, dan dysprosium. Menurut perusahaan, ini adalah satu-satunya operasional tanah jarang di luar China yang memproduksi keempat tanah jarang magnet tersebut.

3. India

Cadangan tanah jarang: 6,9 juta metrik ton

Cadangan tanah jarang India berada di posisi 6,9 juta metrik ton, dan menghasilkan 2.900 MT tanah jarang pada tahun 2024, yang setara dengan beberapa tahun sebelumnya. India memiliki hampir 35% deposit mineral pantai dan pasir dunia, dimana merupakan sumber tanah jarang yang signifikan.

Departemen Energi Atom negara itu merilis pernyataan pada Desember 2022, yang memecah kapasitas produksi dan pemurnian tanah jarangnya.

Pada akhir 2023, pemerintah India dilaporkan menerapkan kebijakan dan undang-undang untuk membangun dan mendukung proyek penelitian dan pengembangan tanah jarang untuk memanfaatkan basis cadangannya. Pada Oktober 2024, Trafalgar, sebuah perusahaan teknik dan pengadaan India, mengumumkan rencana untuk membangun pabrik logam tanah jarang, paduan, dan magnet pertama di negara itu.

4. Australia

Cadangan tanah jarang: 5,7 juta metrik ton
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Rekomendasi
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved